Sumsel

Antisipasi Pemerintah Hadapi El Nino: Pastikan Stok Pangan Aman hingga Siapkan Dana Rp4 T untuk Pompanisasi

Septiyanti Dwi Cahyani | 9 April 2026, 07:00 WIB
Antisipasi Pemerintah Hadapi El Nino: Pastikan Stok Pangan Aman hingga Siapkan Dana Rp4 T untuk Pompanisasi
Ilustrasi musim kemarau.

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi dampak fenomena El Nino Super atau juga disebut sebagai Godzilla El Nino.

Berdasarkan penjelasan BMKG, fenomena ini berpotensi menyebabkan musim kemarau di Indonesia jadi lebih panjang dan dapat memicu kekeringan.

Fenomena El Nino sendiri diprediksi mulai terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan tahun 2026 dan berpotensi menyebabkan kemarau lebih panjang dari biasanya.

Baca Juga: WFH ASN Sumsel Mulai Berlaku, Tak Semua Bisa Kerja dari Rumah

Kondisi ini dapat mempengaruhi ketersediaan air, terutama untuk kebutuhan irigasi pertanian.

Karena itu pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga produksi pangan tetap berjalan.

Langkah Antisipasi Pemerintah Hadapi El Nino

1. Waduk Jadi Kunci Jaga Pasokan Air

Baca Juga: Harga Pangan di Sumsel Masih Berfluktuasi Pascalebaran, Bawang dan Cabai Cenderung Naik

Salah satu langkah antisipasi pemerintah diantaranya dengan memastikan pasokan air tetap terjaga melalui optimalisasi waduk, termasuk Waduk Gajah Mungkur sebagai penopang lumbung padi nasional.

Adapun beberapa upaya yang disiapkan untuk menjaga kapasitas waduk diantaranya:

  • 4 kapal keruk dioperasikan guna mengurangi endapan sedimen.

Baca Juga: Pegawai Diduga Gelapkan Uang Usaha, Pemilik Cucian Mobil di Palembang Rugi Rp 20 Juta

  • Pembangunan 3 clousure untuk menahan sedimen dari Sungai Keduang.

  • Penanaman pohon di wilayah hulu untuk memperbaiki dan menjaga kondisi daerah tangkapan air.

  • Operasi modifikasi cuaca (hujan buatan).

Baca Juga: Dorong Penggunaan Bahan Alami, Herman Deru Soroti Solusi Ramah Lingkungan di Tengah Lonjakan Harga Plastik

2. Stok Pangan Dipastikan Aman untuk 11 Bulan ke Depan

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman.

Stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan dengan dukungan cadangan dari Bulog (4,5 juta ton), sektor swasta atau horeka (12,5 juta ton) serta potensi hasil panen atau standing crop (11 juta ton).

Baca Juga: Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak 6 Tahun, Pria di Palembang Dilaporkan ke Polisi

Sementara itu untuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) juga diperkuat, meliputi Jagung (168 ribu ton), Gula (49 ribu ton), Minyak Goreng (121 kiloliter), Daging sapi dan kerbau (11 ribu ton).

3. Gelontorkan Dana Rp4 Triliun untuk Pompanisasi

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran pompanisasi hingga Rp4 triliun sebagai langkah strategis menghadapi potensi El Nino guna menjaga ketersediaan air dan produktivitas pertanian nasional.

Baca Juga: DPR Akan Panggil BGN Buntut Pengadaan Motor Listrik Operasional MBG yang Memicu Polemik Publik

Sebanyak 80.000 unit pompa akan disebar ke berbagai daerah untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Selain pompa, pemerintah juga melakukan perbaikan jaringan irigasi melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) guna memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal.

Mentan menegaskan bantuan pompa diberikan secara gratis kepada petani sehingga tidak membebani biaya operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar, dalam upaya menjaga keberlanjutan produksi pertanian nasional.

Baca Juga: 4.000 Anak SD di Palembang Sudah Divaksin Dengue, Dipantau Hingga 3 Tahun

Dengan pengelolaan air yang optimal dan stok pangan yang terjaga, pemerintah memastikan dampak El Nino terhadap pasokan pangan dapat diminimalkan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerihtah menjaga ketahanan pangan nasional agar tetap stabil di tengah perubahan iklim. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.