Deretan Fakta Fiersa Besari Hilang Kontak dengan Istri dan Pendakian Maut Puncak Carstenz Papua

AKURAT.CO SUMSEL - Nama Fiersa Besari mendadak ramai diperbincangkan publik.
Penyanyi Celengan Rindu ini dikabarkan menjadi satu dari 15 anggota Pendakian Maut Puncak Carstenz atau Puncak Jaya Papua.
Dikabarkan juga 2 dari 15 para pendaki meninggal dunia akibat hipotermia, berikut adalah fakta-fakta yang berhasil dihimpun:
Baca Juga: Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Hingga 14% untuk Mudik Lebaran 2025
Fiersa Besari sempat hilang kontak dengan istri
Fiersa Besari diduga sempat hilang kontak dengan sang istri, Siti Aqia Nurfadla.
Hal ini diketahui dari story Aqua di akun Instagramnya pada Minggu, 2 Februari 2025.
Dalam unggahan tersebut, Aqia menampilkan tangkapan layar yang berisi chat WA kepada Fiersa Besari.
Namun, saat ini artikel ini ditayangkan unggahan story tersebut sudah dihapus.
Baca Juga: Herman Deru Minta Dukungan Masyarakat Sumsel: Kami Hanya Manusia Biasa
Tampak chat tersebut hanya centang satu alias belum terkirim.
Aqia meminta suaminya itu untuk pulang karena esok (Senin, 3 Maret 2025), Fiersa Besari berulang tahun.
Baca Juga: Harga CPO Naik, Sumsel Raup Pajak dan Bea Keluar Rp39,42 Miliar pada Januari 2025
Basarnas Timika nyatakan selamat
Keresahan istri Fiersa Besari berbanding terbalik dengan informasi yang diberikan oleh tim Basarnas Timika.
Mereka menyebut jika nama Fiersa Besari ada dalam 13 daftar pendaki yang selamat dan saat ini sudah berada di hotel.
Baca Juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Siapkan Open Bidding untuk ASN, Beri Peluang Karier di Pemprov
Korban meninggal karena hipotermia
Dua pendaki yang meninggal adalah Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono.
Mereka meninggal karena mengalami gejala Acute Mountain Sickness (AMS) atau hipotermia saat perjalanan turun setelah berhasil melakukan summit ke Puncak Carstenz atau Puncak Jaya Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






