5 Cara Bertahan Hidup Saat Harga-Harga Terus Naik, Nomor 3 Sering Diabaikan

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga kebutuhan pokok, bahan bakar, tarif transportasi, hingga biaya pendidikan membuat banyak masyarakat harus memutar otak untuk menjaga kondisi keuangan tetap aman.
Di tengah tekanan inflasi dan meningkatnya biaya hidup, kemampuan mengelola pengeluaran menjadi kunci agar keuangan keluarga tidak mudah goyah.
Para perencana keuangan menyarankan masyarakat untuk tidak hanya fokus menambah pendapatan, tetapi juga mengubah pola pengelolaan uang agar lebih efisien. Berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk bertahan saat harga-harga terus mengalami kenaikan.
1. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, pengeluaran yang bersifat konsumtif seperti membeli barang karena tren atau mengikuti gaya hidup sebaiknya ditunda hingga kondisi keuangan lebih stabil.
2. Buat Anggaran Bulanan yang Ketat
Mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran menjadi cara sederhana namun efektif untuk mengontrol keuangan.
Baca Juga: Investor Pemula Wajib Tahu, Ini Perbedaan Emas Batangan dan Perhiasan
Dengan anggaran yang jelas, masyarakat dapat mengetahui pos pengeluaran mana yang bisa dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan utama. Kebiasaan ini juga membantu menghindari pemborosan yang sering tidak disadari.
3. Siapkan Dana Darurat Sejak Sekarang
Banyak orang menganggap dana darurat hanya diperlukan saat kondisi ekonomi membaik. Padahal, saat harga-harga naik justru dana darurat menjadi penyelamat ketika terjadi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Idealnya, dana darurat disiapkan minimal tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.
4. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Mengandalkan satu sumber pendapatan sering kali tidak cukup saat biaya hidup terus meningkat.
Masyarakat dapat memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk mencari penghasilan tambahan, seperti berjualan online, menjadi freelancer, membuka jasa sesuai keahlian, atau menjalankan usaha kecil dari rumah.
5. Mulai Investasi untuk Melawan Inflasi
Menyimpan uang di tabungan saja tidak selalu mampu mengimbangi kenaikan harga barang. Karena itu, investasi menjadi salah satu pilihan untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Instrumen seperti emas, deposito, reksa dana, atau investasi lainnya dapat dipertimbangkan sesuai profil risiko masing-masing.
Dengan strategi yang tepat, masyarakat tidak hanya mampu bertahan menghadapi kenaikan harga, tetapi juga tetap memiliki peluang untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem





