Sumsel

6 Masalah Kesehatan Akibat Fenomena Panas Ekstrem Godzilla El Nino

Septiyanti Dwi Cahyani | 24 Maret 2026, 19:19 WIB
6 Masalah Kesehatan Akibat Fenomena Panas Ekstrem Godzilla El Nino
Ilustrasi Serangan Jantung.

AKURAT.CO SUMSEL - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino dengan intensitas kuat atau dikenal sebagai El Nino Super.

Fenomena yang kerap dijuluki Godzilla El Nino ini disebut dapat memicu musim kemarau yang jauh lebih panjang dan kering.

Terutama, untuk wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang di Bandara SMB II Palembang Meningkat

El Nino Super atau Godzilla El Nino merupakan merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang sangat signifikan.

Kondisi ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering yang diperparah dengan munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kombinasi keduanya membuat awan hujan lebih banyak terkonsentrasi di Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia justru mengalami kekosongan awan dan curah hujan yang minim.

Baca Juga: Harga Ayam di Palembang Usai Lebaran 2026 Berfluktuasi, Permintaan Turun Tekan Daya Beli

Selain berdampak pada lingkungan, Godzilla El Nino juga berdampak pada kesehatan.

Yakni mulai dari serangan migrain hingga yang paling berbahaya serangan jantung.

Masalah Kesehatan Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Dermaga 16 Ilir Palembang Kembali Hidup oleh Lonjakan Penumpang Speedboat

1. Migrain

Paparan suhu tinggi dan kelembapan yang ekstrem dapat memicu sakit kepala hebat.

Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa cuaca panas merupakan salah satu pemicu utama serangan migrain bagi ribuan orang.

Baca Juga: Teror Bom Molotov Terjadi di Palembang, Polisi Buru Dua Pelaku

2. Serangan Jantung

Saat suhu lingkungan melebihi suhu tubuh normal, jantung harus bekerja ekstra keras dan berdetak lebih cepat untuk mengedarkan darah ke kulit demi proses pendinginan (keringat).

Beban kerja yang berat ini meningkatkan risiko fatalitas bagi penderita gangguan jantung.

Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penusukan Maut di Diskotek DA Palembang, Perburuan Masih Berlangsung

3. Stroke

Panas ekstrem memberikan tekanan hebat pada sistem pembuluh darah.

Risiko ini meningkat drastis pada lansia, terutama mereka yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Sumsel Diprediksi 28-29 Maret, Pemudik Diminta Hindari Waktu Padat

4. Heat Stroke (Sengatan Panas)

Ini adalah kondisi darurat medis. Tanda-tandanya meliputi perubahan perilaku, bicara melantur, kebingungan, hingga kejang.

Jika tidak segera ditangani, heat stroke bisa berakibat fatal.

Baca Juga: Hujan Ekstrem Picu Puluhan Lubang di Jalan Nasional Sumsel, Perbaikan Dikebut Jelang Arus Balik Lebaran 2026

5. Gangguan Tekanan Darah

Suhu panas bisa menyebabkan tekanan darah menjadi terlalu rendah (akibat kehilangan cairan melalui keringat) atau justru melonjak naik karena tubuh dipaksa bekerja keras untuk mendinginkan suhu internal.

Baca Juga: Pesawat Militer Kolombia Jatuh Usai Lepas Landas, 66 Orang Tewas

6. Dehidrasi Akut

Dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar melalui keringat tidak sebanding dengan air yang dikonsumsi.

Gejalanya mulai dari mulut kering dan pusing, hingga detak jantung yang meningkat tajam akibat kekurangan volume darah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.