Sumsel

Toleransi dalam Keberagaman: Bagaimana Islam Memandang Ucapan "Selamat Natal"?

Deni Hermawan | 20 Desember 2024, 11:00 WIB
Toleransi dalam Keberagaman: Bagaimana Islam Memandang Ucapan "Selamat Natal"?

AKURAT.CO SUMSEL Di Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya yang kaya, toleransi menjadi elemen penting dalam menjaga harmoni sosial.

Salah satu isu yang kerap muncul menjelang perayaan Natal adalah mengenai hukum mengucapkan "Selamat Natal" bagi umat Muslim.

Isu ini memunculkan beragam pandangan, baik dari sudut pandang agama maupun sosial. Bagaimana Islam memandang hal ini?

Islam, sebagai agama yang mengedepankan kedamaian, memiliki ajaran yang kuat tentang pentingnya toleransi. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8).

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap baik dan adil kepada siapa pun, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan, selama mereka tidak memusuhi umat Islam.

Pandangan ulama mengenai hukum mengucapkan "Selamat Natal" bervariasi.

- Pandangan yang Melarang: Sebagian ulama berpendapat bahwa ucapan tersebut dapat membahayakan akidah seorang Muslim karena dianggap sebagai bentuk pengakuan terhadap keyakinan agama lain.
- Pandangan yang Membolehkan: Sebagian ulama lainnya, termasuk Yusuf al-Qaradawi, berpendapat bahwa ucapan tersebut tidak berarti mengakui keyakinan agama lain, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan menjaga hubungan sosial.

Menurut al-Qaradawi, Islam mengajarkan akhlak mulia, termasuk dalam berinteraksi dengan non-Muslim. Hal ini ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barang siapa menyakiti seorang dzimmi (non-Muslim yang hidup dalam perlindungan negara Islam), maka ia telah menyakitiku." (HR. Abu Dawud).

Konteks Keberagaman di Indonesia

Indonesia, dengan Pancasila sebagai dasar negara, menjunjung tinggi nilai kebhinekaan. Dalam konteks ini, mengucapkan "Selamat Natal" sering dipandang sebagai wujud penghormatan atas keberagaman dan penguatan hubungan antarumat beragama.

Ucapan ini tidak menandakan pengakuan terhadap keyakinan agama lain, melainkan merupakan bentuk empati kepada sesama manusia. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad).

Melalui hadis ini, dapat dipahami bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama, termasuk melalui ucapan selamat hari raya, adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Islam. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto