Jumbo Tembus 10 Juta Penonton, Siap Geser KKN di Desa Penari Jadi Film Terlaris di Indonesia

AKURAT. CO SUMSEL - Film animasi Jumbo yang menjadi karya debut Ryan Adhriandy telah menembus 10 juta penonton.
Kabar membahagiakan bagi para tim di balik layar animasi Jumbo ini diumumkan di akun Insragram resmi @jumbofilm_id pada Jumat (30/5/2025).
"Satu kisah sederhana yang dirayakan oleh lebih dari 10.000.000 hati", tulis akun tersebut menyertai unggahannya.
Baca Juga: Kenalan Lewat Facebook, Motor Wanita Paruh Baya di Palembang Dibawa Kabur Teman Pria
Bagi orang-orang di belakang layar, angka tersebut rupanya menjadi hal yang terasa jauh namun kini menjadi nyata.
Melalui akun tersebut, mereka juga mengucapkan terima kasih kepada jutaan orang yang sudah menonton film animasi karya anak bangsa ini.
Baca Juga: 3.000 Lebih PPPK Sumsel Akan Dilantik 4 atau 5 Juni
"Terima kasih sudah ikut tumbuh, menangis, tertawa dan menjadi bagian dari Jumbo.
Mari kita rayakan lagi, sekali lagi dan seterusnya #JUMBOuntukSemua" tulis akun tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Tembus Rp1,9 Juta Jumat 30 Mei 2025, Bagaimana Perhiasan Palembang ?
Atas perolehan ini, Jumbo menjadi film terlaris kedua di Indonesia yang berhasil menembus 10 juta penonton.
Sebelumnya, prestasi serupa juga pernah diraih oleh film KKN di Desa Penari mewakili genre horor.
Baca Juga: Instagram Tambah Dukungan Rasio Gambar 3:4 di Feed, Kreator Kini Lebih Fleksibel
Saat ini, KKN di Desa Penari masih menduduki kasta tertinggi sebagai film terlaris di Indonesia dengan jumlah penonton 10.061.033.
Namun, bukan tidak mungkin posisi ini akan digeser oleh film Jumbo yang juga dinobatkan jadi animasi terbaik di Asia Tenggara.
Baca Juga: 5 Cara Kemping Mudah untuk Pemula di Palembang, Gak Perlu Ribet!
Mengingat berdasarkan dari data Cinepoint, Jumbo kini hanya terpaut 51.180 penonton dengan film KKN di Desa Penari.
Peluang Jumbo menggeser KKN di Desa Penari masih terbuka lebar.
Karena sampai hari ini, Jumbo masih tayang di bioskop-bioskop di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









