Netflix Dikecam Setelah Hapus Film-Film Palestina di Tengah Ketegangan Gaza

AKURAT.CO SUMSEL Netflix, platform streaming film terbesar di dunia, menjadi sorotan publik setelah menghapus sejumlah film yang berlatar Palestina dari katalognya.
Langkah ini menuai kritik karena dianggap mengurangi akses terhadap karya-karya yang mencerminkan perspektif Palestina di tengah situasi konflik yang semakin memanas di Gaza.
Dilaporkan oleh The Hollywood Reporter, beberapa film yang dihapus antara lain Divine Intervention (2002) karya Elia Suleiman, Salt of this Sea (2008) karya Annemarie Jacir, dan 3000 Nights (2015) karya Mai Masri.
Penghapusan ini memicu dugaan adanya tekanan dari kelompok lobi Zionis, terutama saat konflik Gaza terus menarik perhatian global.
Organisasi HAM berbasis di San Francisco, Freedom Forward, turut bereaksi dengan menyebarkan surat terbuka dan petisi, mendesak Netflix untuk memulihkan akses film-film tersebut.
Sunjeev Bery, Direktur Eksekutif Freedom Forward, menyatakan bahwa Netflix harus mempertimbangkan dampak penghapusan film-film tersebut pada masyarakat Palestina.
Baca Juga: Debat Pilgub Sumsel: Ini yang Dibahas Oleh Herman Deru, Eddy Santana dan Mawardi Yahya Semalam
"Bagaimana bisa Netflix membenarkan penghapusan begitu banyak film oleh dan tentang orang Palestina, khususnya saat mereka menghadapi kondisi yang kian genting di Gaza?" ujar Bery dalam pernyataan publik dilansir dari akurat.co, Selasa (29/10/2024).
Netflix, melalui pernyataannya, menjelaskan bahwa koleksi "Palestinian Stories" yang terdiri dari 32 film dilisensikan selama tiga tahun, dan masa lisensinya berakhir pada Oktober 2024.
Mereka menegaskan bahwa penghapusan film akibat masa lisensi yang habis adalah praktik umum, seperti serial Friends yang juga dihapus pada 2020 saat Warner Bros mengambil alih hak tayang untuk layanan streaming Max.
Meskipun demikian, Netflix menyebutkan bahwa mereka masih mempertahankan beberapa film karya pembuat Palestina dalam katalognya.
Polemik ini menjadi sorotan global, mengingat pentingnya representasi suara dan perspektif Palestina dalam media arus utama di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









