Kasus Tamparan Dimas Anggara ke Kiesha Alvaro, Warganet Minta Kirim ke Barak Militer, Ini Tanggapan Mengejutkan Dedi Mulyadi

AKURAT.CO SUMSEL Dugaan insiden kekerasan yang menyeret aktor Dimas Anggara terhadap rekan sesama artis muda, Kiesha Alvaro, tak hanya menuai kecaman dari publik, tetapi juga menyeret nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Peristiwa yang disebut terjadi di lokasi syuting itu menjadi sorotan nasional setelah ayah Kiesha, Pasha Ungu, angkat bicara melalui media sosial.
Dalam unggahan bernada kecewa di akun Instagram-nya, Pasha meminta keadilan atas perlakuan yang diterima sang anak.
Respons netizen pun mengalir deras, tak terkecuali dari sejumlah figur publik seperti Ferry Maryadi hingga Gubernur Dedi Mulyadi.
Menariknya, dalam kolom komentar, Dedi Mulyadi yang dikenal dengan gaya komunikatif dan pendekatan humanisnya justru mengimbau penyelesaian damai antara kedua belah pihak.
Baca Juga: Honda HR-V e:HEV Resmi Meluncur di Palembang, SUV Hybrid Canggih dengan Performa Responsif dan Irit
“Diselesaikan dengan baik-baik,” tulisnya singkat namun bermakna di akun Instagram resminya, @kdm_jawabarat.
Namun, tanggapan itu justru memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagian mempertanyakan apakah tindakan kekerasan bisa dibalas dengan kekerasan, sementara lainnya menyinggung soal program Barak Militer yang selama ini digagas Dedi untuk membina remaja dengan perilaku menyimpang.
“Pak, dikirim ke barak aja tuh Dimas Dimas di dinding,” tulis salah satu warganet bernada sindiran.
“Kalau anak saya yang ditampar, saya kirim balik tamparan dua kali,” timpal akun lainnya.
Program Barak Militer sendiri memang dikenal luas sebagai pendekatan non-formal untuk menangani anak muda yang terlibat dalam kenakalan remaja.
Namun, Dedi menegaskan bahwa konsep tersebut tak serta-merta bisa diterapkan secara sembarangan apalagi dalam kasus antar-profesional di lingkungan kerja seni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





