The Shadow Strays, Film Aksi Indonesia yang Menantang Batas dengan Karakter Wanita Kuat

AKURAT.CO SUMSEL The Shadow Strays, film aksi terbaru dari Indonesia, langsung mencuri perhatian setelah tayang di Netflix pada 17 Oktober 2024.
Disutradarai oleh Timo Tjahjanto, film ini memecah tradisi dengan menampilkan karakter utama seorang wanita dalam genre aksi—sesuatu yang jarang ditemukan dalam industri film Indonesia.
Sejak pemutaran perdananya di Toronto International Film Festival (TIFF) pada 14 September 2024, The Shadow Strays telah dipuji sebagai salah satu film aksi terbaik dari Indonesia.
Ceritanya berfokus pada sosok 13, seorang pembunuh bayaran muda yang terjebak dalam serangkaian masalah setelah gagal menyelesaikan sebuah misi penting.
Berikut adalah beberapa fakta menarik dari film *The Shadow Strays* yang membuatnya layak masuk daftar tontonan Anda:
1. Nuansa Matriarki yang Kuat
Sutradara Timo Tjahjanto mengungkapkan bahwa inspirasi film ini berasal dari keinginannya untuk mengeksplorasi hubungan antara guru dan murid dalam konteks matriarki.
Baca Juga: Film The Shadow Strays Tayang di Netflix, Kembalinya Timo Tjahjanto dengan Cerita Pembunuh Muda
Cerita ini mengangkat perempuan sebagai sosok dominan dalam sistem sosial, sebuah pendekatan yang segar di dunia perfilman Indonesia. Timo berhasil menghidupkan dinamika kuat antara karakter-karakternya melalui perspektif ini.
2. Karakter Utama Wanita
Keputusan Timo untuk menampilkan tokoh protagonis wanita dalam film aksi adalah langkah inovatif. Dalam The Shadow Strays, karakter 13 yang diperankan oleh Aurora Ribero, menjadi pusat cerita.
Kehadiran sosok wanita tangguh sebagai pembunuh bayaran membuka pintu baru dalam narasi film aksi lokal, memberikan nuansa segar yang jarang dilihat di film-film Indonesia.
3. Pemilihan Senjata yang Tidak Sembarangan
Uniknya, setiap senjata yang digunakan oleh para karakter di film ini dipilih dengan cermat sesuai dengan latar belakang dan kepribadian mereka.
Misalnya, Haga yang terlibat dalam dunia narkoba menggunakan jarum sebagai senjata, sementara Soriah, dengan temperamen mudah marah, memilih shotgun. Hal ini menambah kedalaman dan realisme dalam setiap aksi yang mereka tampilkan.
4. Debut Film Aksi Aurora Ribero
Film ini juga menandai debut Aurora Ribero dalam genre aksi. Sebagai pembunuh bayaran dengan kode 13, Aurora menjalani pelatihan intensif selama empat bulan untuk mempersiapkan perannya.
Baginya, tantangan fisik dan teknik akting dalam genre aksi memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan film-film yang pernah ia mainkan sebelumnya.
5. Pengakuan Internasional di TIFF 2024
The Shadow Strays pertama kali diputar di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) pada 14 September 2024. Penayangan di TIFF memberikan pengakuan internasional terhadap kualitas film ini, menunjukkan bahwa film aksi Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Dengan deretan fakta menarik ini, tidak heran The Shadow Strays telah menjadi salah satu film paling tren di Netflix.
Jalan cerita yang kuat, aksi mendebarkan, dan karakter wanita tangguh menjadikannya tontonan wajib bagi pencinta film aksi. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









