Menu Lebaran Khas Palembang, Ada Favorit Bangsawan Kesultanan Darussalam

AKURAT. CO SUMSEL - Setiap daerah di Indonesia memiliki hidangan khas masing-masing saat Lebaran.
Seperti Padang dengan rendangnya, atau Jawa dengan opor ayam dan sambal goreng hatinya.
Demikian pula dengan kota Palembang memiliki aneka hidangan khas Palembang yang beberapa diantaranya sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam.
Baca Juga: Panduan Lengkap Menggunakan ai voice over dan membuat stiker untuk Konten Digital yang Kreatif
1. Ayam Bumbu Anam
Salah satu menu selalu hadir saat perayaan hari besar termasuk Lebaran adalah Ayam Bumbu Anam.
Hidangan ini kerap disebut juga sebagai opor ayam khas Palembang.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Dongkrak Ekonomi Sumsel hingga 1,3 Persen Selama Ramadan-Lebaran
Meski tampilannya mirip opor pada umumnya, Ayam Bumbu Anam memiliki karakter rasa yang berbeda karena menggunakan campuran bumbu khusus yang membuatnya lebih unik.
Kuah santannya berwarna kuning agak kehijauan, diperkaya aroma kencur yang segar, menjadikannya berbeda dari opor ayam Jawa yang lebih dominan rasa manis gurih.
Seperti halnya rendang yang menjadi menu penting saat Lebaran di Sumatera Barat, Ayam Bumbu Anam telah lama menjadi kuliner wajib ketika masyarakat Palembang merayakan Idul Fitri maupun Idul Adha.
Baca Juga: Rata-Rata Lama Sekolah Perempuan di Sumsel 2025 Capai 8,70 Tahun, Palembang Tertinggi
2. Rujak Mie
Menu lebaran khas Palembang ini memberikan cerita kebhinekaan tunggal ika yang diwujudkan dalam bentuk makanan.
Makanan olahan ini merupakan perpaduan kuliner etnis Cina dan Melayu.
Baca Juga: 7 Pos Pengamanan Disiapkan Polrestabes Palembang Selama Operasi Ketupat Musi 2026
3. Malbi
Malbi adalah hidangan serupa semur daging sapi khas Palembang yang wajib ada saat Lebaran.
Hidangan ini memiliki cita rasa manis-gurih dengan aroma rempah kuat (kayu manis, cengkih, pala) dan tekstur dagingnya yang sangat lembut.
Baca Juga: Buru Keberadaan Pimpinan Tertinggi Iran, Amerika Gelar Sayembara Berhadiah hingga Rp170 Miliar
Ciri khasnya adalah penggunaan kelapa sangrai halus (keliat/kerisik) dan kecap manis, dimasak lama hingga kuah menyusut kental, biasanya disajikan dengan nasi minyak.
Menurut sejarah, Malbi sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang bahkan disebut sebagai makanan khas para bangsawan.
4. Laksan
Baca Juga: Kasus Campak Tembus 1.000 Suspek di Sumsel Awal 2026, Imunisasi Anak Digenjot
Berbeda dengan pempek dan tekwan, laksan disajikan dengan kuah santan atau kuah susu.
Sajian ini memiliki tampilan yang sedikit mengingatkan akan laksa.
Kuah laksan biasanya dibuat dengan cara: menumis bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah, ebi, lalu tuangkan santan/susu dan tambahkan air sesuai selera.
Hidangan ini biasa disajikan di hari-hari besar, salah satunya di hari Lebaran.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun





