Review Film Jumbo, Animasi Karya Anak Bangsa Peraih 60.000 Penonton di Hari Pertama Penayangan

AKURAT. CO SUMSEL - Film Jumbo yang sedang tayang di bioskop saat ini banyak diperbincangkan publik.
Mulai dari influencer hingga para penikmat film.
Film Jumbo merupakan film animasi karya anak bangsa.
Baca Juga: Berburu Oleh-Oleh Khas Palembang di Pasar Ilir 16, dari Pempek Sampai Kain Songket
Banyak di antara yang sudah menonton memberikan pujian untuk film ini.
Bahkan, baru beberapa hari berjalan, film Jumbo sudah mendapatkan rating 8/10 di Imdb.
Tak hanya sampai di situ saja, Film Jumbo juga sudah berhasil meraih 60.000 penonton di hari pertama tayang pada 31 Maret 2025 dan tercatat 255.084 penonton di 3 hari pertama penayangan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025, BMKG Sebut 14 Wilayah Sumsel Diguyur Hujan Petir
Lantas, bagaimana sebenarnya alur cerita film animasi karya anak bangsa ini?
Simak ulasannya berikut:
Jumbo bukan hanya sekadar tontonan seru bagi anak, namun juga perjalanan emosional yang bisa dinikmati oleh semua usia.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik di Tol Kayuagung-Palembang, Sebanyak 147.871 Kendaraan Melintas
Film ini berkisah tentang Don, seorang anak yang sering diremehkan teman-temannya.
Untuk membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar anak bertubuh besar yang selalu kalah, Don bertekad tampil di pertunjukan bakat dengan menampilkan sandiwara panggung.
Ia terinspirasi dari sebuah buku dongeng peninggalan orang tuanya.
Baca Juga: Nikmati Sisa Liburan di Sumsel dengan Tujuh Destinasi Wisata Alam yang Menyegarkan
Namun, semuanya berubah ketika seorang perundung mencuri buku tersebut dan Don bertemu dengan sosok anak kecil misterius yang meminta bantuannya.
Bersama gengnya yaitu Nurman dan Mae, Don pun memulai petualangan untuk merebut buku tersebut demi mempersembahkan sebuah pentas sandiwara.
Selain alur cerita yang dikemas menarik, salah satu daya tarik utama film Jumbo adalah penggambaran visual yang sangat lokal.
Baca Juga: Sejarah Baru, Timnas Indonesia Raih Peringkat 123 FIFA, Terbaik dalam 15 Tahun Terakhir
Mulai dari lokasi kampung Seruni, jajanan khas, gerobak dan sudut jalan.
Semua detail terasa begitu dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Dari segi kualitas animasinya juga patut diacungi jempol.
Setiap adegan begitu memanjakan mata dengan warna-warna kontras namun tetap harmoni.
Begitupun dengan pergerakan animasi yang sangat smooth tanpa cela.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





