Sumsel

NTP Sumsel Naik 1,58 Persen, Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

Kurnia | 4 September 2026, 21:00 WIB
NTP Sumsel Naik 1,58 Persen, Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

AKURAT.CO SUMSEL Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Selatan pada Agustus 2026 mengalami kenaikan 1,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat NTP kini berada di angka 150,53.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan, capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

"NTP Sumsel di Agustus tercatat sebesar 150,53. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang tiga tahun terakhir," kata Wahyu, Jumat (4/9/2026).

Kenaikan NTP tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya indeks harga yang diterima petani. Pada Agustus, indeks tersebut naik 1,73 persen menjadi 198,56.

Sementara itu, indeks harga yang harus dibayar petani juga mengalami kenaikan, tetapi lebih rendah yakni sebesar 0,14 persen menjadi 131,91.

Kenaikan indeks yang dibayar petani berasal dari dua kelompok. Indeks konsumsi rumah tangga meningkat 0,03 persen, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,60 persen.

Baca Juga: Kebakaran Gambut di Kebun Raya Sriwijaya Ogan Ilir Sulit Dipadamkan, Api Bisa Menyala dari Bawah Tanah

Jika dilihat berdasarkan subsektor, sebagian besar sektor pertanian mencatat pertumbuhan positif pada Agustus 2026.

Subsektor tanaman pangan naik 1,79 persen, hortikultura 0,02 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,60 persen, dan peternakan 0,90 persen.

Hanya subsektor perikanan yang mengalami penurunan, yakni sebesar 0,10 persen.

Wahyu menjelaskan, penurunan pada subsektor perikanan dipengaruhi kinerja kelompok nelayan yang turun 0,33 persen. Sebaliknya, kelompok pembudidaya ikan justru mengalami kenaikan 0,30 persen.

Sejumlah komoditas utama turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan harga yang diterima petani.

Beberapa di antaranya adalah karet yang naik 1,77 persen, kopi 2,17 persen, gabah 1,66 persen, kelapa sawit 1,44 persen, serta jagung yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 4 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas konsumsi rumah tangga juga mengalami kenaikan harga.

Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, beras, telur ayam ras, kacang panjang, dan sigaret kretek mesin.

Kenaikan NTP menunjukkan peningkatan daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun kebutuhan biaya produksi. Dengan capaian 150,53, NTP Sumsel pada Agustus menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia