Sumsel

Menyoal Isu Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026: Ekonom Sebut Masih Wajar, ESDM Pastikan Stok Aman

Septiyanti Dwi Cahyani | 31 Maret 2026, 07:00 WIB
Menyoal Isu Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026: Ekonom Sebut Masih Wajar, ESDM Pastikan Stok Aman
Ilustrasi pengisian BBM.

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat Israel dengan Iran serta pembatasan di jalur strategis Selat Hormuz mulai berdampak pada kenaikan harga minyak global.

Di Indonesia, mencuat isu terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non Subsidi per 1 April 2026 mendatang.

Isu ini banyak dibicarakan di berbagai platform media sosial termasuk X, TikTok dan Instagram.

Baca Juga: Diduga Dikeroyok di Tempat Cuci Motor, Warga Palembang Laporkan Kasus ke Polisi

Dalam data yang beredar utamanya dalam platform X, harga BBM Non subsidi diperkirakan akan naik dengan nilai sebagai berikut:

  • Pertamax naik Rp 5.500 per liter menjadi Rp17.850 per liter

  • Pertamax Green naik Rp 6.250 per liter menjadi Rp 19.150 per liter

Baca Juga: Bangkit di Laga Tandang, Sumsel United Diminta Lupakan Kekalahan Jelang Hadapi Persiraja

  • Pertamax Turbo naik Rp 6.350 per liter menjadi Rp 19.450 per liter

  • Dex naik Rp 9.450 per liter menjadi Rp23.950 per liter

  • Dexlite naik Rp 9.450 per liter menjadi Rp 23.650 per liter.

Baca Juga: WFH ASN di Sumsel Berpotensi Hemat BBM hingga 18 Persen, Herman Deru Kaji Dampaknya ke Ekonomi

Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

PT Pertamina (Persero) membantah isu kenaikan harga bbm non subsidi per 1 April 2026 yang beredar di masyarakat.

Pihak Pertamina menyebiut, data yang beredar di sosial media tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Herman Deru: Kasus PMI Ilegal di Kamboja Jadi Alarm Keras, Warga Diminta Tak Tergiur Gaji Besar

Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026.

Ekonom Sebut Kenaikan Masih dalam Batas Wajar

Di sisi lain, Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo menilai harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia masih dalam batas wajar, yang dipicu oleh dinamika harga minyak global dan ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Baca Juga: Herman Deru: Kasus PMI Ilegal di Kamboja Jadi Alarm Keras, Warga Diminta Tak Tergiur Gaji Besar

Ia menjelaskan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat–Israel serta pembatasan di jalur strategis Selat Hormuz, turut mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Ia memprediksi kenaikan harga BBM non subsidi akan berada di kisaran 5 hingga 10 persen.

Sebagai perbandingan, sejumlah negara di Asia Tenggara tercatat mulai menaikkan harga BBM sejak akhir Februari 2026.

Baca Juga: Motor Baru Raib Saat Ditinggal Tidur di Jakabaring, Pemuda di Palembang Jadi Korban Curanmor

Seperti Thailand dan Vietnam yang menerapkan mekanisme pasar penuh, sementara Malaysia masih menahan harga melalui subsidi, dan Singapura mencatat harga tertinggi karena tanpa subsidi serta pajak energi tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia relatif stabil di tengah tekanan global, dengan kenaikan BBM non-subsidi yang masih moderat dan BBM bersubsidi tetap menjadi penopang stabilitas ekonomi domestik.

ESDM Pastikan Stok BBM di Indonesia Masih Aman

Baca Juga: Detik-detik Arpa Bergelantungan di Mobil Dicuri di Palembang, Kejaran Berujung Tabrakan dan Amuk Warga

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluruskan informasi yang viral di media sosial X soal perkiraan harga BBM nonsubsidi yang naik tajam.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman meminta masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi yang akan dirilis pada 1 April 2026 soal harga terbaru BBM non subsidi di Indonesia.

Untuk BBM subsidi, Laode menegaskan tidak akan ada kenaikan harga di tengah perang di Timur Tengah yang masih terjadi.

Sementara terkait ketersediaan BBM maupun LPG, Laode memastikan dalam kondisi aman dan memadai. Masyarakat pun diminta untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.