Sumsel

5 Alasan Investasi Emas Meningkat Jelang Lebaran: Jadi Andalan Saat Inflasi Datang

Septiyanti Dwi Cahyani | 18 Maret 2026, 17:30 WIB
5 Alasan Investasi Emas Meningkat Jelang Lebaran: Jadi Andalan Saat Inflasi Datang
Ilustrasi emas

AKURAT. CO SUMSEL - Di tengah ketidakpastian global, investasi emas justru meningkat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran seperti saat ini.

Momen Lebaran memang selalu menjadi waktu yang dinanti masyarakat Indonesia.

Suasana kebersamaan, silaturahmi, dan saling memaafkan terasa begitu kuat.

Baca Juga: Jembatan Ampera Ditutup Saat Salat Idulfitri 1447 H, Ini Jalan yang Bisa Dilalui

Menjelang hari raya, aktivitas ekonomi pun ikut meningkat, termasuk kebiasaan membeli emas jelang lebaran yang kerap terlihat di berbagai daerah setiap tahunnya.

Toko-toko emas yang berjajar di pinggir jalan hampir selalu dipadati pengunjung pada momen-momen ini.

Fenomena tersebut bukan sekadar dorongan membeli perhiasan, melainkan juga berkaitan dengan cara masyarakat memanfaatkan THR yang diterima.

Baca Juga: Hampir Seribu Warga Binaan Rutan Pakjo Palembang Diusulkan Dapat Remisi Idulfitri

Lalu, apa saja alasan orang-orang memilih investasi emas setiap menjelang lebaran?

THR Menjadi Dana Tambahan Investasi

Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) turut menjadi faktor pendorong meningkatnya investasi emas menjelang lebaran tiba.

Baca Juga: Idulfitri 2026 Diprediksi 21 Maret, PCNU Palembang Ikuti Sikap PBNU Soal Istikmal

Pasalnya, emas dinilai menjadi pilihan yang tepat untuk mengamankan uang agar tetap bernilai.

Langkah kecil ini bisa menjadi fondasi finansial yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Emas Jadi Andalan Saat Inflasi Datang

Baca Juga: Herman Deru Gelar Open House Lebaran 2 Hari di Griya Agung, Hari Pertama untuk Warga

Tahun 2026 ini kita dihadapkan dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan penuh dengan kejutan.

Sifat emas yang tahan terhadap guncangan ekonomi membuat kebanyakan orang senang membeli emas jelang Lebaran.

Selain itu emas juga mampu menjadi aset pelindung kekayaan, dan menjaga nilai kekayaan.

Baca Juga: 4 Narapidana di Sumsel Terima Remisi Khusus Nyepi 2026, Tak Ada yang Langsung Bebas

Investasi Paling Aman

Berbeda dengan aset spekulatif, nilai emas cenderung stabil dan memiliki rekam jejak kenaikan yang konsisten jangka panjang, sehingga emas menjadi salah satu instrumen investasi paling aman dibandingkan dengan saham.

Mudah Dijual Saat Kondisi Mendesak

Salah satu alasan utama mengapa masyarakat sangat senang membeli emas jelang Lebaran dan pasca lebaran adalah tingkat likuiditasnya yang tinggi.

Baca Juga: Samsung Bakal Hentikan Galaxy Z TriFold, Umurnya Hanya 3 Bulan di Pasar

Emas menjadi salah satu barang yang paling mudah untuk diperjual-belikan kapan saja dan di mana saja.

Investasi Praktis dan Fleksibel

Investasi dalam bentuk emas jauh lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Baca Juga: Dari Tanjakan hingga Lawan Arus, Ini Penyebab Jalintim Macet Total

Anda tidak perlu belajar grafik yang rumit atau analisis laporan keuangan perusahaan yang memusingkan.

Cukup beli, simpan, dan pantau harganya secara berkala lewat berita harian.

Menariknya, dalam dunia investasi emas, sebenarnya tidak ada istilah waktu yang salah untuk mulai membeli.

Baca Juga: Sinopsis Na Willa, Film Drama Keluarga Musikal Terbaru Karya Sutradara Jumbo

Harga emas tidak pernah mengalami penurunan drastis dalam waktu singkat, sehingga aman bagi pemula, hal ini menjadi alasan kebanyakan orang senang membeli emas jelang Lebaran.

Pada akhirnya, membeli emas jelang Lebaran dan pasca Lebaran bukan sekadar tradisi, tetapi langkah finansial cerdas.

Emas melindungi kekayaan sekaligus memberi ketenangan, terutama di tahun 2026 yang penuh dinamika.

Melalui perencanaan yang tepat, aset ini menjadi fondasi untuk menjaga nilai uang Anda dari pengeluaran impulsif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.