Sumsel

Tanjung Carat Siap Jadi Pelabuhan Kelas Dunia, Sumsel Bidik Lumbung Ekonomi Baru Indonesia

Maman Suparman | 31 Oktober 2025, 15:28 WIB
Tanjung Carat Siap Jadi Pelabuhan Kelas Dunia, Sumsel Bidik Lumbung Ekonomi Baru Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Setelah hampir empat dekade menjadi wacana besar, mimpi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki pelabuhan samudera kelas dunia akhirnya mendekati kenyataan.

Proyek ambisius bernama New Palembang Tanjung Carat resmi masuk tahap persiapan pembangunan di Kabupaten Banyuasin, dan ditargetkan rampung sebelum tahun 2029.

Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, serta nota kesepahaman penyelenggaraan Pelabuhan Pengumpan Regional Sumsel oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Sumsel Herman Deru di Griya Agung Palembang, Jumat (31/10/2025).

“Harapan saya ini tidak berhenti di seremoni saja, tapi segera ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas pihak dan persiapan groundbreaking dalam waktu dekat,” ujar Dudy.

Baca Juga: 6 Tantangan Manajemen Armada dan Cara Mengatasinya

Pelabuhan Tanjung Carat akan berdiri di atas lahan seluas 59,5 hektare dan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema pendanaan non-APBN. Pemerintah akan melibatkan kolaborasi antara BUMN, BUMD, dan investor swasta dalam pengembangannya.

Selain pelabuhan utama, pemerintah juga menyiapkan pelabuhan pengumpan di Kertapati dan Sungai Lumpur untuk memperkuat konektivitas logistik antarwilayah di Sumsel.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menilai pelabuhan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar untuk menekan biaya logistik dan memperkuat daya saing komoditas Sumsel.

“Pelabuhan ini adalah puzzle penting dari hilirisasi industri Sumsel. Kawasan Tanjung Carat bahkan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Hilirisasi pertama di Indonesia,” ungkap Todotua.

Dengan dukungan potensi sumber daya alam seperti energi, pertanian, dan perkebunan, Tanjung Carat diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru Sumatera Selatan. Nantinya, pelabuhan ini akan menangani tiga jenis aktivitas utama: curah kering, curah cair, dan multipurpose.

Pemerintah juga berencana melibatkan sejumlah BUMN besar seperti PT Bukit Asam, Pusri, dan Pertamina untuk menciptakan sistem logistik terintegrasi di kawasan tersebut.

Pendanaan proyek akan melibatkan konsorsium nasional, termasuk potensi investasi dari Danantara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia