Fenomena Paradoks Sumsel, Kebutuhan Uang Tunai Melonjak di Tengah Ledakan Pengguna QRIS

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menghadapi fenomena ekonomi yang unik permintaan uang kartal (tunai) di wilayah ini terus tumbuh signifikan, bahkan saat adopsi sistem pembayaran nontunai, khususnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mencatatkan lonjakan fantastis.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel, Duddy Adiyatna, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi geliat masif pada transaksi digital, hal itu tidak lantas menurunkan minat masyarakat terhadap uang fisik.
"Transaksi nontunai meningkat, tapi kebutuhan uang tunai juga meningkat. Ini mungkin karena memang permintaan di Sumsel cukup kuat,” ujar Duddy, dikutip Rabu (3/12/2025).
Kuatnya permintaan uang tunai ini tercermin dari angka net outflow (aliran uang tunai keluar dari BI ke masyarakat) di Sumsel, yang pada Oktober tahun ini saja telah menyentuh angka Rp4,8 triliun.
Baca Juga: Mahasiswi Palembang Diperas Rp 500 Ribu, Korban Ancaman Penyebaran VCS
Di sisi lain, BI mencatat bahwa kanal pembayaran digital mengalami percepatan yang luar biasa. Pertumbuhan nominal transaksi melalui QRIS pada periode Oktober 2025 melesat hingga 86,33%, diikuti peningkatan volume transaksi sebesar 115,58%.
Capaian Sumsel dalam ekosistem pembayaran digital juga menonjol secara regional. Jumlah merchant(penjual) QRIS telah mencapai 1,05 juta dan penggunanya mencapai 1,44 juta.
"Pengguna merchant QRIS di Sumsel juga menempati urutan kedua terbesar di Sumatra," ungkap Duddy.
Pesatnya penggunaan QRIS di Sumsel sejalan dengan adopsi pembayaran nontunai yang masif di berbagai sektor strategis.
Elektronifikasi dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah (pemda) Sumsel, misalnya, telah mencapai indeks NTPD (Non-Tunai Pemerintah Daerah) 94,47%, angka yang lebih tinggi dari rata-rata Sumatra dan nasional.
Selain itu, penyaluran bantuan sosial juga banyak direalisasikan secara nontunai. Duddy merinci, realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Sumsel telah mencapai 88,52%, dan program Sembako mencapai 92,25%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







