Sumsel

Viral Balita di Sukabumi Meninggal dengan Kondisi Tubuh Penuh Cacing, Begini Penjelasan Medisnya

St Shofia Munawaroh | 21 Agustus 2025, 08:00 WIB
Viral Balita di Sukabumi Meninggal dengan Kondisi Tubuh Penuh Cacing, Begini Penjelasan Medisnya

AKURAT. CO SUMSEL - Kisah memilukan harus dialami seorang balita berusia empat tahun di Sukabumi, Jawa Barat.

Anak perempuan bernama Raya itu dilaporkan meninggal pada Senin (22/7/2025) setelah berjuang melawan penyakit Askariasis atau cacingan akut.

Kondisi ini membuat tubuh Raya dipenuhi cacing bahkan hingga ke organ-organ vitalnya.

Baca Juga: Kejari Palembang Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,5 Miliar di Dinas Perkim 

Viral di Media Sosial

Kasus ini mulai mencuat ke publik usai unggahan video yang mengungkap kondisi Raya viral di media sosial dan sempat mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam unggahan tersebut, mengungkap fakta memilukan bahwa cacing dalam tubuh Raya berjumlah sangat banyak dan sudah menyebar hingga organ-organ vitalnya seperti paru-paru dan otak.

Baca Juga: Oknum AMT Diduga Gelapkan BBM, Elnusa Petrofin Pastikan Bukan Pegawai Tetap

Bahkan, dalam video lain diceritakan dimana cacing sepanjang 15 cm terus keluar dari hidung dan kemaluan Raya dalam kondisi hidup. 

Penjelasan Medis

Ketua Tim Penanganan RSUD R Syamsudin, dr Irfan Nugraha, menjelaskan bahwa kasus infeksi cacing pada Raya sudah sangat parah.

Baca Juga: Dari 1.321 Jadi 103, Titik Panas di Sumsel Anjlok di Agustus 2025

Irfan mengatakan, kasus cacingan pada pasien anak sebenarnya adalah hal yang relatif sering terjadi namun tidak separah ini.

Adapun kondisi Raya menjadi fatal karena penanganan yang terlambat.

Saat dirawat di ICU, cacing-cacing bahkan keluar dari hidung, mulut, hingga anus.

Baca Juga: Kabar Gembira Petani Sawit, Harga TBS di Sumsel Naik Tipis, Tembus Rp3.463/Kg

Penularan dan Bahaya Askariasis atau Cacingan

Askariasis atau penyakit cacing gelang merupakan salah satu infeksi parasit paling umum di dunia.

Penyakit ini ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing dari kotoran manusia.

Baca Juga: 2 Hari Terjebak di Sumur, Pemadam Kebakaran Palembang Selamatkan Seekor Kucing

Setelah masuk ke tubuh, telur menetas di usus dan larva cacing menyebar melalui aliran darah.

Jika tidak segera ditangani, cacing bisa bermigrasi ke organ vital dan menimbulkan komplikasi serius.

Baca Juga: Nil Maizar Sambut Positif Keinginan Sriwijaya FC Gelar Uji Coba Lawan Sumsel United

Gejala Askariasis

Sebagian besar penderita Askariasis tidak menunjukkan gejala.

Tetapi, jika sudah masuk infeksi berat dapat menimbulkan keluhan serius dengan gejala bervariasi sesuai fase penyakitnya. 

Baca Juga: Karhutla Sumsel 2025 Turun Drastis, Hanya 1.416 Hektare Terbakar

- Fase awal (larva): batuk, napas pendek, demam, mirip asma atau pneumonia.

- Fase lanjut (cacing dewasa): sakit perut, mual, muntah, diare, penurunan berat badan. 

- Pada kasus parah, cacing bisa menyumbat usus hingga menimbulkan obstruksi. 

Baca Juga: Hasil Tes DNA Ridwan Kamil dan Anak Lisa Mariana Keluar, Berapa Kisaran Biayanya ?

Komplikasi paling berbahaya termasuk: 

- Penyumbatan usus akibat cacing menggumpal

- Gangguan pada saluran empedu dan pankreas

- Penyebaran ke paru-paru, saluran napas, hingga otak, seperti yang dialami Raya.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.