Sumsel

5 Hal tentang Perang AS Vs Iran Sejauh Ini: Pangkalan Militer Amerika Digempur, Teluk Dihantam Ledakan Beruntun

Septiyanti Dwi Cahyani | 3 Maret 2026, 08:00 WIB
5 Hal tentang Perang AS Vs Iran Sejauh Ini: Pangkalan  Militer Amerika Digempur, Teluk Dihantam Ledakan Beruntun
Ilustrasi suasana di kawasan konflik Timur Tengah.

AKURAT.CO SUMSEL - Situasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas sejak Amerika Serikat (AS) melayangkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Pihak Amerika menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.

Akibat serangan tersebut, sejumlah petinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Baca Juga: Emas Perhiasan Melonjak, Inflasi Palembang Februari Tembus 4,37 Persen

Kini, Iran telah menunjuk tokoh menggantikan sementara kursi pemimpin agung Iran tersebut.

Berikut adalah rangkuman fakta-fakta yang perlu diketahui tentang Perang Iran Vs AS sejauh ini:

1. Lebih dari 500 Orang di Iran Tewas

Baca Juga: Kebun Menua, Petani Karet Sumsel Tagih Janji Replanting dan Hilirisasi

Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk RI menyebut serangan AS dan Israel ke Iran telah menewaskan 555 orang.

Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya anak-anak.

Dubes Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi menyebut banyak korban di antara mereka adalah masyarakat sipil terutama yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Bidik Liga 1, Sumsel United Evaluasi Penguasaan Bola dan Mental Tanding

2. Alireza Arafi Gantikan Sementara Khamenei

Iran telah menunjuk seorang ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, menjadi pemimpin tertinggi sementara.

Arafi memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara untuk memimpin negara setelah Ali Khamenei tewas terbunuh.

Baca Juga: Lagi Tunggu Teman, Mahasiswi di Jakabaring Jadi Korban Jambret

3. Serangan Balik Iran Terhadap Pangkalan Militer AS di Kuwait

Militer Iran mengumumkan bahwa pasukannya menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Kuwait dalam serangan terbaru pada Senin (2/3/2026).

Mereka menyebut, unit-unit rudal dari pasukan darat dan angkatan laut militer yang beroperasi dari berbagai lokasi menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem milik AS di Kuwait serta kapal-kapal musuh di Samudra Hindia bagian utara selama beberapa jam terakhir.

Baca Juga: Minta Nafkah Anak Rp1 Juta, Ibu di Palembang Mengaku Dipukul Mantan Suami di Parkiran Restoran

4. Iran Serang Kantor Netanyahu

Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa serangan rudal mereka telah menargetkan kantor PM Israel Benjamin Netanyahu dan markas komandan angkatan udara Israel.

Disebutkan bahwa serangan terhadap kantor Perdana Menteri Zionis itu menggunakan rudal balistik Kheibar.

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Sumsel Diminta Tunda Keberangkatan

5. Situasi Negara-negara di Sekitar Kawasan Konflik

Negara-negara Teluk

Al Jazeera melaporkan terdengar ledakan di Abu Dhabi dan Doha pada Senin (2/3/2026) pagi.

Baca Juga: Niat Tegur Warga yang Geber Motor, Pemuda di Tangga Takat Malah Kena Tusuk

Qatar: awalnya mengandalkan sistem pertahanan Patriot untuk mencegat rudal dan drone, kini mulai mengerahkan jet tempur untuk menghancurkan target di atas perairan Teluk. Maskapai nasional Qatar Airways dilaporkan menghentikan penerbangan akibat penutupan wilayah udara.

Kuwait: Militer Kuwait menyatakan telah mencegat sejumlah target udara bermusuhan di wilayah tengah negara itu, asap juga terlihat di dekat Kedutaan Besar AS di Kuwait. Selain itu, puing-puing jatuh di kilang Mina al-Ahmadi dekat Kuwait City, menyebabkan dua pekerja mengalami luka ringan.

Bahrain: Iran menargetkan fasilitas maritim dekat Pelabuhan Mina Salman di ibu kota Manama, puing rudal yang berhasil dicegat memicu kebakaran di sebuah kapal asing di kawasan industri Salman. Pemerintah Bahrain mengaktifkan sirene peringatan serangan udara dan meminta warga segera mencari tempat aman.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkot Palembang Sisir Pasar Tradisional hingga Ritel Modern

Irak, Suriah, Lebanon, dan Yordania

Serangan udara Israel menghantam pinggiran selatan Beirut, menewaskan 20 orang dan melukai 91 lainnya.

Lebanon: 11 orang tewas dan 58 lainnya luka-luka, serangan ini terjadi setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan ke Israel utara.

Baca Juga: Imbas Ledakan Penduduk, Kursi Legislator di DPRD Sumsel Bakal Ditambah 10 Kursi

Suriah: puing rudal Iran yang jatuh di Ain Terma dekat Damaskus melukai seorang pria dan tiga anaknya.

Yordania: sirene peringatan dilaporkan juga terdengar di Kota Aqaba, Yordania, asap tebal terlihat di wilayah tersebut, di tengah laporan belum terkonfirmasi mengenai jatuhnya jet tempur F-15 milik AS. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.