Palembang Diselimuti Udara Sangat Berbahaya, Ratu Dewa Minta PJJ Dipertimbangkan

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta sekolah dan pemangku kepentingan terkait kembali mempertimbangkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Palembang.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang tercatat mencapai angka 433 atau masuk kategori sangat berbahaya.
Ratu Dewa mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, terutama untuk melindungi kesehatan peserta didik.
"Kalau kondisi ISPU sudah sangat buruk seperti ini, kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu saya berharap kepala sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan untuk dilakukan PJJ," kata Ratu Dewa, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, kebijakan pembelajaran tidak cukup hanya melihat satu angka ISPU. Perkembangan kualitas udara serta kondisi kesehatan masyarakat, termasuk kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak, Cek Rincian Terbarunya
Ratu Dewa meminta kepala sekolah bersama komite sekolah kembali membahas kondisi tersebut. Hasil pembahasan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka tetap dilanjutkan atau dialihkan sementara ke rumah.
"Keputusan untuk PJJ tentu harus melihat beberapa indikator. Bukan hanya kualitas udara, tetapi juga perkembangan ISPU dan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kasus ISPA," ujarnya.
Ia menilai kebijakan pembelajaran selama kondisi udara memburuk perlu menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Jika kualitas udara membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dipertimbangkan. Sebaliknya, apabila kondisi udara memburuk, PJJ menjadi salah satu opsi yang dapat dibahas untuk mengurangi paparan siswa terhadap udara tercemar.
"Jangan sampai kita memaksakan anak-anak masuk sekolah sementara kondisi udara tidak mendukung. Prinsipnya kesehatan anak harus kita utamakan," kata Ratu Dewa.
Ia juga meminta pemerintah, pihak sekolah, komite sekolah dan pemangku kepentingan terkait berkoordinasi sebelum mengambil keputusan.
"Kita ingin keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi aktual. Yang paling penting anak-anak tetap bisa mendapatkan pendidikan, tetapi kesehatan mereka juga harus dijaga," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









