Beras Premium 5 Kg Masih Langka di Sumsel, Ternyata Ini Penyebabnya

AKURAT.CO, SUMSEL Beras premium kemasan 5 kilogram (kg) mulai sulit ditemukan di sejumlah toko dan gerai ritel di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh menipisnya stok beras, melainkan karena produsen mulai mempertimbangkan efisiensi biaya produksi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan, Ruzuan Effendi, mengatakan ketersediaan beras premium sebenarnya masih cukup.
Namun, produsen kini lebih banyak mengemas beras premium dalam ukuran yang lebih besar.
Menurut Ruzuan, kemasan 10 kg hingga 20 kg dinilai lebih efisien dibandingkan kemasan 5 kg.
"Premium sebenarnya yang langka itu yang kemasan 5 kg. Tapi kalau yang kemasan 20 kg, banyak," kata Ruzuan, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumsel Tembus Rp3.809 per Kg pada Awal September
Ruzuan menjelaskan, salah satu alasan produsen mengurangi produksi beras premium kemasan 5 kg adalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk proses pengemasan.
Dengan volume yang lebih kecil, biaya produksi per kilogram beras menjadi lebih besar. Jika tetap diproduksi dalam jumlah banyak, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat margin keuntungan produsen semakin tipis.
"Karena itu, biaya produksinya tinggi, sehingga akan rugi kalau memang dipaksakan dengan kondisi sekarang," ujarnya.
Kepala Kanwil Perum Bulog Sumsel Babel Ihsan menambahkan, persoalan efisiensi tidak hanya berasal dari proses produksi beras, tetapi juga biaya kemasan dan tenaga kerja.
Menurutnya, semakin kecil ukuran kemasan, biaya plastik yang dibutuhkan justru relatif lebih mahal.
"Karena harga kemasan plastik itu semakin kecil, semakin mahal. Kalau 2,5 kilo itu lebih mahal," jelas Ihsan.
Selain bahan kemasan, ongkos tenaga kerja juga menjadi pertimbangan produsen.
Ihsan menjelaskan, pekerja yang melakukan proses pengemasan umumnya memperhitungkan upah berdasarkan jumlah beras yang dikemas.
Kemasan yang lebih kecil membuat pekerja harus melakukan lebih banyak proses pengemasan untuk menghasilkan volume beras yang sama dibandingkan menggunakan kemasan 10 kg atau 20 kg.
"Kalau dia kerja satu karung itu 20, dapatnya 20 kilo. Tapi kalau semakin kecil, dia kan hanya lima kilo di depannya. Jadi dia pasti minta upah yang lebih besar," katanya.
Dengan kondisi tersebut, kelangkaan beras premium kemasan 5 kg di sejumlah gerai bukan berarti stok beras premium di Sumsel menipis. Produsen justru cenderung memilih kemasan yang lebih besar karena dinilai mampu menekan biaya produksi dan pengemasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









