Sumsel

Kualitas Udara di Palembang Malam Ini Sangat Tidak Sehat

Kurnia | 7 September 2026, 22:00 WIB
Kualitas Udara di Palembang Malam Ini Sangat Tidak Sehat

AKURAT.CO, SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali berada pada level mengkhawatirkan.

Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 232 pada Senin (7/9/2026) malam.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 21.00 WIB, angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 157 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah adanya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Peringatan mengenai kebakaran di sekitar wilayah Sumsel juga terpantau dalam pemantauan kualitas udara.

Selain tingginya konsentrasi PM2.5, kondisi cuaca di Palembang saat pengukuran berada pada suhu sekitar 26 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 11 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 67 persen.

Tingginya kadar PM2.5 menunjukkan adanya peningkatan partikel halus di udara yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam sistem pernapasan.

Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk.

Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Kondisi kualitas udara tersebut dapat berubah mengikuti arah angin, aktivitas kebakaran, serta kondisi cuaca.

Karena itu, masyarakat Palembang diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia