Sumsel

Tekan Karhutla, Pemprov Sumsel Dorong 977 Hektare Lahan Terbengkalai di Muba Jadi Sawah

Kurnia | 4 September 2026, 20:00 WIB
Tekan Karhutla, Pemprov Sumsel Dorong 977 Hektare Lahan Terbengkalai di Muba Jadi Sawah
Gubernur Sumsel Herman Deru

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan langkah berbeda untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan.

Lahan yang selama ini terbengkalai didorong untuk diubah menjadi area pertanian produktif.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, wilayah tersebut memiliki potensi karhutla cukup tinggi. Kondisinya disebut serupa dengan kawasan Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir.

Menurut Deru, keberadaan lahan yang tidak dikelola secara optimal menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani.

"Saya tadi ke Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Muba. Itu daerah yang potensi karhutlanya sangat tinggi, sama dengan di Muara Medak Bayung Lencir. Penyebabnya salah satunya lahan terbengkalai," kata Deru saat diwawancarai di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (4/9/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong program cetak sawah di Desa Tanjung Agung Timur dengan luas mencapai 977 hektare.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi sekaligus membuat lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi area yang dikelola secara rutin oleh masyarakat.

Baca Juga: Kebakaran Gambut di Kebun Raya Sriwijaya Ogan Ilir Sulit Dipadamkan, Api Bisa Menyala dari Bawah Tanah

Deru berharap pemanfaatan lahan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi Muba sebagai salah satu daerah penyangga pangan Sumsel.

"Kita cetak sawah untuk desa itu saja 977 hektare. Target kita meningkatkan produktivitas pangan. Kita harapkan Muba bisa jadi daerah penyangga lumbung pangan Sumsel," ujarnya.

Namun, pemerintah menghadapi tantangan karena masyarakat di kawasan tersebut selama ini lebih terbiasa mengelola perkebunan dibandingkan sawah.

Deru menilai kebiasaan tersebut tidak menjadi hambatan apabila masyarakat mendapatkan akses terhadap lahan sawah yang produktif.

Pemerintah menargetkan lahan yang dicetak dapat menghasilkan hingga tiga kali panen. Dengan produktivitas tersebut, masyarakat diharapkan memiliki alasan ekonomi untuk ikut mengembangkan pertanian sawah.

"Memang habit masyarakat di sana berkebun, bukan bersawah. Tetapi kalau disediakan lahan sawah dan bisa mencapai tiga kali panen, masyarakat akan terpancing menjadi petani sawah," jelasnya.

Baca Juga: Herman Deru Cek Mendadak Gudang Bulog, Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan

Selain mengejar peningkatan produksi pangan, pemanfaatan lahan juga dinilai memiliki kaitan langsung dengan pencegahan karhutla.

Lahan yang dikelola secara rutin akan lebih terpantau dibandingkan area yang dibiarkan terbengkalai. Aktivitas pertanian juga membuat masyarakat memiliki kepentingan untuk menjaga kondisi lahan agar tetap produktif.

Karena itu, Deru menilai optimalisasi lahan dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi potensi kebakaran.

"Kalau tanah terawat, maka akan bebas karhutla," tegasnya.

Pemprov Sumsel pun berharap program cetak sawah di Tanjung Agung Timur dapat berjalan tidak hanya sebagai program peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang mengurangi lahan terbengkalai di kawasan yang selama ini rawan karhutla.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia