600 Hotspot Mengepung Sumsel, OMC Kembali Digelar untuk Cegah Karhutla Meluas

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) semakin meningkat di tengah kondisi kemarau yang kian kering.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sekitar 600 titik panas atau hotspot tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sumsel hingga Sabtu (22/8/2026).
Jumlah tersebut meningkat cukup tajam dibanding pemantauan sebelumnya yang mencatat 449 hotspot.
Kondisi ini menjadi perhatian karena lahan yang semakin kering lebih mudah mengalami peningkatan suhu dan berpotensi terbakar.
Kepala BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan peningkatan hotspot tidak terlepas dari kondisi cuaca yang semakin kering.
"Analisisnya yang pertama karena pengaruh cuaca. Ini kan El Nino kita sudah masuk di fase level sangat kuat, jadi otomatis kekeringan," kata Iqbal, Sabtu (22/8/2026).
Meski jumlah hotspot mencapai 600 titik, Iqbal mengingatkan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya 600 titik kebakaran.
Hotspot merupakan titik yang terdeteksi memiliki anomali panas melalui pemantauan. Sementara fire spot menunjukkan lokasi yang benar-benar mengalami kebakaran.
"Hotspot itu akan terjadi ketika daerah itu yang pertama kering, lalu jadi panas. Namun, titik hotspot belum tentu fire spot," jelasnya.
Namun, meningkatnya hotspot tetap menjadi peringatan karena menunjukkan kondisi lahan di sejumlah wilayah Sumsel semakin panas dan kering.
Baca Juga: Udara Palembang Kembali Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 203 Mikro.gram
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Sumsel kembali mendapatkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai Sabtu.
Operasi ini akan berlangsung selama lima hari dengan memanfaatkan potensi awan hujan yang terpantau di wilayah Sumsel.
Penyemaian awan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Jika pada malam hari terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan, penyemaian juga akan dilakukan.
"Kita hari ini dapat OMC lagi karena kita sampaikan ada potensi awan hujan. Jadi kita hari ini ada ini, sambil menunggu seberapa besar awan hujan itu untuk bisa disemai," kata Iqbal.
Menurutnya, perluasan waktu pelaksanaan OMC dilakukan untuk memperbesar peluang turunnya hujan di tengah kemarau.
Selain OMC, penanganan karhutla tetap dilakukan melalui operasi darat dan udara.
BPBD Sumsel saat ini mengoperasikan enam helikopter water bombing dan dua helikopter patroli untuk mendukung penanganan karhutla.
"Mulai hari ini kalau bisa siang, siang. Kalau bisa malam, malam, yang mana ada potensi awan akan dilakukan OMC," ujarnya.
Di tengah meningkatnya hotspot, BPBD Sumsel juga memperkuat langkah pencegahan.
Satgas penegakan hukum dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan.
"Dengan hotspot yang terus meningkat, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang rawan karhutla," ujar Iqbal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







