Partisipasi KB di Sumsel Capai 69 Persen, Daerah Ini Tertinggi, Palembang Justru Terendah

AKURAT.CO SUMSEL Tingkat partisipasi pasangan usia subur (PUS) dalam penggunaan alat keluarga berencana (KB) di Sumatera Selatan tergolong cukup tinggi. Pada 2025, angkanya mencapai 69 persen.
Artinya, sekitar tujuh dari sepuluh pasangan usia 15–49 tahun telah menggunakan metode KB, baik modern maupun tradisional, untuk menunda atau mencegah kehamilan.
Namun, jika dilihat lebih rinci, capaian ini belum merata di seluruh kabupaten dan kota.
Wilayah dengan partisipasi tertinggi tercatat di Empat Lawang dengan angka mencapai 78 persen.
Disusul Lahat dan Ogan Komering Ulu Selatan yang sama-sama berada di angka 75 persen. Tingginya angka ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keluarga sudah cukup baik.
Beberapa daerah lain seperti Ogan Komering Ilir, Musi Rawas, dan PALI juga mencatat angka tinggi di kisaran 74 persen.
Di sisi lain, capaian terendah justru terjadi di ibu kota provinsi, Palembang, yang hanya mencatat 59 persen. Angka ini cukup kontras dibanding daerah lain, mengingat Palembang memiliki akses layanan kesehatan yang relatif lebih lengkap.
Selain Palembang, beberapa daerah dengan partisipasi relatif rendah antara lain Banyuasin dan Ogan Komering Ulu Timur yang sama-sama berada di angka 66 persen, serta Musi Banyuasin dengan 68 persen.
Sementara itu, daerah seperti Ogan Ilir, Pagar Alam, dan Lubuk Linggau berada di kisaran 72 persen, menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup stabil.
Perbedaan ini mengindikasikan bahwa faktor sosial, budaya, hingga akses informasi masih berpengaruh besar terhadap keputusan pasangan dalam menggunakan KB.
Di wilayah dengan capaian tinggi, program sosialisasi dan layanan kesehatan tampaknya berjalan lebih efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









