Rupiah Diprediksi Fluktuatif Cenderung Melemah di Kisaran Rp17.750–Rp17.790

AKURAT.CO SUMSEL Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Jumat (18/9/2026), diperkirakan kembali bergerak fluktuatif dan berada dalam tekanan.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang Garuda akan ditutup melemah pada rentang Rp17.750 hingga Rp17.790 per dolar AS.
Pergerakan ini terjadi menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4% efektif per 17 September 2026.
Langkah ketat tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023, yang langsung mendongkrak daya tarik aset berbasis dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (17/9/2026), rupiah telah ditutup melemah 57 poin ke level Rp17.753 per USD dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.696 per USD.
Faktor Eksternal dan Domestik
Selain faktor suku bunga global, pasar valuta asing juga masih mewaspadai sejumlah sentimen luar negeri lainnya, antara lain:
Baca Juga: Cek Bansos Kemensos, Bantuan Beras 30 Kg September 2026 Siap Disalurkan
Perkembangan Geopolitik: Ketidakpastian jalur pelayaran dan situasi di Selat Hormuz, Timur Tengah, yang masih menjadi perhatian pelaku pasar energi global.
Indeks Dolar AS: Sempat melonjak pasca-pengumuman The Fed sebelum akhirnya turun tipis 0,2% ke level 100,07 seiring penurunan imbal hasil Treasury.
Kendati demikian, tekanan eksternal tersebut diredam oleh kondisi fundamental domestik yang kuat. Ibrahim menilai aliran modal asing (capital inflow) yang kembali deras masuk ke pasar domestik serta postur fiskal yang disiplin menjadi perisai bagi Bank Indonesia (BI).
Perhatian investor kini beralih pada agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 September 2026.
Pasar menantikan respons lanjutan dari bank sentral setelah sebelumnya BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% pada periode Agustus 2026.
Langkah pre-emptive BI yang sebelumnya telah menaikkan suku bunga hingga 100 bps dinilai memberikan ruang yang cukup bagi bank sentral untuk memantau situasi secara cermat tanpa harus terburu-buru memperketat kebijakan moneter lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







