Sumsel

Setelah 50 Ribu Tahun Tersembunyi, Kawah Meteor Raksasa Ini Akhirnya Terungkap

Kurnia | 27 Februari 2026, 10:00 WIB
Setelah 50 Ribu Tahun Tersembunyi, Kawah Meteor Raksasa Ini Akhirnya Terungkap
Kawah Yilan (tengah).

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah kawah meteor raksasa yang tersembunyi di balik hutan lebat akhirnya terungkap di China.

Struktur bernama Yilan crater itu diduga sebagai kawah tumbukan termuda sekaligus terbesar di Bumi dalam kelompok usianya.

Kawah tersebut berada di Pegunungan Lesser Xing’an, Provinsi Heilongjiang, sekitar 20 kilometer barat laut Kota Yilan.

Diameter kawah mencapai 1,85 kilometer dengan dinding melingkar setinggi hingga 150 meter dari dasar cekungan.

Penemuan ini menjadi sorotan karena menjadikan Yilan sebagai kawah tumbukan kedua yang pernah dikonfirmasi di China, setelah Xiuyan crater yang diumumkan pada 2009.

Menurut penanggalan karbon, Kawah Yilan diperkirakan terbentuk sekitar 46.000 hingga 53.000 tahun lalu. Jika usia ini benar, itu mungkin kawah tumbukan terbesar di dunia dari sekitar 200 yang telah ditemukan.

Baca Juga: Catat, 12 Wilayah Sumsel Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Siang Sampai Malam Hari Ini



Barringer Crater di Arizona, Amerika Serikat, adalah kawah besar termuda. Kawah ini berusia sekitar 50.000 tahun dan memiliki diameter sekitar 1,2 kilometer.

Kawah Yilan memecahkan rekor sebagai kawah tumbukan terbesar di dunia yang berusia di bawah 100.000 tahun dengan diameter 1,85 kilometer.

Struktur kawah ini awalnya nyaris tidak terdeteksi karena tertutup vegetasi lebat. Warga lokal telah lama mengenalnya dengan sebutan “Quanshan” atau “punggung gunung melingkar”, tanpa mengetahui asal-usulnya.

Kepastian bahwa struktur tersebut merupakan kawah tumbukan muncul setelah tim peneliti mengebor hingga kedalaman 440 meter di bawah dasar kawah. Mereka menemukan shocked quartz, granit yang meleleh, serta fragmen kaca berbentuk tetesan—indikasi kuat hantaman benda luar angkasa.

Temuan tersebut diperkuat oleh penjelasan dari NASA Earth Observatory, yang menyebut material tersebut sebagai ciri khas peristiwa tumbukan meteor berenergi tinggi.

Citra satelit menunjukkan sepertiga bagian selatan bibir kawah telah hilang. Para peneliti belum dapat memastikan penyebabnya, namun sedimen di dasar kawah mengindikasikan bahwa pernah terbentuk danau di dalam cekungan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kawah kemungkinan awalnya utuh sebelum mengalami erosi atau perubahan geologis.

Penemuan Yilan memicu perhatian ilmuwan terhadap potensi kawah tumbukan lain di China. Pada September 2023, ilmuwan mengidentifikasi kawah ketiga di dekat perbatasan Korea Utara yang diperkirakan berusia setidaknya 150 juta tahun.

Kemudian pada Oktober 2025, struktur tumbukan keempat bernama Jinlin crater dikonfirmasi di Provinsi Guangdong. Kawah berdiameter sekitar 900 meter itu diduga berasal dari zaman Holosen, meski usianya masih dalam penelitian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia