Sumsel

Setengah Abad Diplomasi, Babak Baru Investasi: Prabowo–MBZ Kunci Arah Ekonomi Indonesia-UEA

Kurnia | 27 Februari 2026, 08:56 WIB
Setengah Abad Diplomasi, Babak Baru Investasi: Prabowo–MBZ Kunci Arah Ekonomi Indonesia-UEA
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi (Foto: BPMI Setpres)

AKURAT.CO SUMSEL Komitmen investasi kembali menjadi fokus utama hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Dalam pertemuan di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026), Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden PEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) sepakat mempercepat kerja sama ekonomi melalui peningkatan investasi dan proyek strategis jangka panjang, menandai langkah menuju kemitraan yang lebih kuat dan berorientasi masa depan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa salah satu pokok bahasan utama adalah peningkatan investasi UEA di Indonesia.

Baca Juga: 3 Ide Ngabuburit Low Budget di Palembang, Main Game PS dan VR Mulai Rp8000 per Jam

Sinyal tersebut memperlihatkan kepercayaan Abu Dhabi terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan Indonesia di tengah dinamika global.

Uni Emirat Arab telah menjadi salah satu investor Timur Tengah paling agresif di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.

Indonesia dianggap memiliki pasar domestik besar yang unik, sumber daya energi yang melimpah, dan proyek infrastruktur berskala raksasa yang membutuhkan pendanaan jangka panjang.

Sektor yang paling potensial adalah energi terbarukan, infrastruktur, hilirisasi industri, dan pengembangan ekonomi masa depan.

Baca Juga: 3 Ide Ngabuburit Low Budget di Palembang, Main Game PS dan VR Mulai Rp8000 per Jam

Di tengah transisi energi global dan perlambatan ekonomi di berbagai wilayah, komitmen Uni Emirat Arab untuk meningkatkan investasi mungkin merupakan bantuan strategis untuk pertumbuhan Indonesia.

Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai hub ekonomi kawasan, sekaligus mempertegas diplomasi ekonomi pemerintahan Prabowo yang menempatkan investasi sebagai instrumen utama percepatan pembangunan.

Momentum pertemuan ini terasa simbolis karena berlangsung di tahun peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA pada 2026. Setengah abad hubungan bilateral kini memasuki fase yang lebih pragmatis: hasil konkret dan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi.

Jika sebelumnya relasi kedua negara banyak ditopang kerja sama politik dan energi, kini fokusnya bergeser pada investasi berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah. Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar, melainkan mitra strategis dalam proyek-proyek masa depan.

Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia menjaga iklim investasi yang kondusif. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan ke pasar global bahwa Indonesia membuka ruang kolaborasi yang luas, dengan kepastian regulasi dan orientasi jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia