Tak Ada Akses Jalan, Pengantin di PALI Terobos Banjir Naik Sampan Menuju Pelaminan

AKURAT.CO SUMSEL Sepasang pengantin di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel), nekat menaiki sampan demi mencapai lokasi resepsi pernikahan mereka yang terendam banjir. Alunan musik tanjidor di tengah genangan air pun turut mengiringi perjalanan keduanya menuju pelaminan.
Peristiwa unik tersebut viral di media sosial setelah video prosesi pernikahan itu memperlihatkan banjir setinggi lutut orang dewasa menutupi hampir seluruh akses jalan desa. Kondisi tersebut membuat perahu menjadi satu-satunya moda transportasi yang bisa digunakan.
Kedua mempelai, Nanda dan Ani, terlihat duduk di atas sampan yang dikemudikan kerabat untuk menembus genangan air. Meski situasi tidak biasa, rangkaian resepsi tetap berlangsung dengan meriah.
Iring-iringan pengantin semakin menarik perhatian karena tetap menghadirkan hiburan tradisional tanjidor. Sekitar enam pemain musik berjalan menerjang banjir sambil memainkan alat musik, menciptakan suasana semarak di tengah kondisi desa yang tergenang.
Baca Juga: Kondisi Terkini Mkdel Diva Siregar Usai Selamat dari Kecelakaan Maut yang Hancurkan MobilnyaBaca Juga: Kondisi Terkini Mkdel Diva Siregar Usai Selamat dari Kecelakaan Maut yang Hancurkan Mobilnya
Tak hanya keluarga, para tamu undangan juga tampak tetap berdatangan. Mereka rela basah-basahan demi menghadiri momen bahagia pasangan tersebut.
Resepsi diketahui berlangsung di Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, saat Sungai Lematang meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Kepala Desa Pandan, MG Nisar, mengatakan keputusan untuk tetap menggelar resepsi merupakan pilihan kedua mempelai meski kondisi desa tidak memungkinkan.
“Tanjidor ini sudah menjadi budaya lokal di PALI yang biasa mengiringi pengantin menuju pelaminan. Walaupun sedang banjir, tidak menyurutkan pengantin untuk tetap resepsi, dan pemain tanjidor juga tetap menghibur tamu yang datang,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









