Pj Ketua TP PKK Sumsel Apresiasi Kreativitas Anak Muda di Sriwijaya Expo 2024

AKURAT.CO SUMSEL Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Tyas Fatoni, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Sriwijaya Expo 2024.
Tyas mengaku kagum dengan kreativitas anak muda yang terlibat dalam pameran ini.
“Saya sangat mengapresiasi kreativitas mereka. Bayangkan saja, dari 1.400 pendaftar yang ingin ikut pameran, artinya produk yang ditampilkan sangat berkualitas,” kata Tyas saat meninjau sejumlah stand di Sriwijaya Expo 2024 yang digelar di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sumsel, Palembang, Senin (27/5/2024).
Tyas Fatoni, didampingi Ketua Bhayangkari Sumsel Evi Rachmad Wibowo beserta jajaran, menghabiskan lebih dari tiga jam untuk melihat dari dekat berbagai produk UKM yang dipajang di stand-stand milik BUMN, BUMD, serta perwakilan kabupaten dan kota.
Tyas juga sempat menikmati Kopi Benawa di Coffee Lounge yang memamerkan berbagai jenis kopi khas Sumsel.
Selain kopi, Tyas mengunjungi stand-stand yang menampilkan wastra (kain tradisional), kuliner, dan produk kerajinan khas Sumsel.
Ia mengakui bahwa ide-ide kreatif yang dituangkan dalam produk-produk tersebut sangat indah dan berkualitas.
“Selain menonjolkan kearifan dan budaya lokal, produk-produk ini juga ramah lingkungan. Bahan yang digunakan adalah produk alami yang memanfaatkan sumber daya alam dengan pendekatan berwawasan lingkungan,” tambah Tyas.
Ketua Bhayangkari Sumsel, Evi Rachmad Wibowo, juga menyatakan kekagumannya terhadap produk-produk yang dipamerkan. Ia mengakui bahwa semua produk tersebut sangat bagus dan menarik.
“Produknya berkualitas, indah, dan menarik. Rata-rata peserta pameran adalah anak muda dengan kreativitas luar biasa. Melalui pameran ini, diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Evi. *
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









