Sumsel

46 Daerah KLB Campak, Sumsel Masih Nihil Kasus Namun Tetap Waspada

Maman Suparman | 29 Agustus 2025, 19:00 WIB
46 Daerah KLB Campak, Sumsel Masih Nihil Kasus Namun Tetap Waspada

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 46 daerah di Indonesia telah ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) campak hingga Agustus 2025.

Dari total 23.128 kasus suspek, sekitar 20 ribu sampel sudah diperiksa dan 3.444 di antaranya terkonfirmasi positif campak.

Meski sejumlah daerah menghadapi lonjakan kasus, Sumatera Selatan (Sumsel) masih mencatat nihil kasus campak hingga pekan ke-33 tahun ini. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, Jumat (29/8/2025).

“Alhamdulillah, berdasarkan Buletin SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons), angka kejadian campak di Sumsel hingga minggu ke-33 masih nihil,” kata Ira.

Meski belum ditemukan kasus, Dinkes Sumsel tetap mengambil langkah antisipasi agar KLB campak tidak terjadi di Bumi Sriwijaya.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Imbau Warga Sumsel Jaga Kondusifitas Usai Insiden Jakarta

Ira mengimbau para orangtua maupun pengasuh untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal di posyandu, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Imunisasi campak diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, serta siswa kelas 1 SD melalui program vaksinasi rutin nasional.

“Kita sedang menjalankan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Tahap pertama sudah selesai pada Agustus ini, sementara tahap kedua akan berlangsung pada November 2025 mendatang,” jelasnya.

Program BIAS, lanjut Ira, tidak hanya fokus pada imunisasi campak, tetapi juga mencakup vaksin rubella, difteri, tetanus, hingga vaksin khusus untuk siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia