Pengunjung Wisata Tugu Rimau Gunung Dempo Kaget Harga Makanan Tembus Rp600 Ribu

AKURAT.CO SUMSEL Citra pariwisata Kota Pagar Alam tercoreng setelah postingan seorang pengunjung mengenai harga makanan dan minuman yang dinilai terlalu mahal di kawasan Tugu Rimau Gunung Dempo viral di media sosial.
Pengunjung tersebut mengaku harus merogoh kocek hampir Rp600 ribu untuk beberapa jenis makanan dan minuman, memicu kemarahan publik.
Pengalaman mengejutkan ini diunggah oleh akun Facebook Ami Poppy, yang mengungkapkan kekesalannya karena tidak adanya daftar harga di warung-warung sekitar lokasi wisata, membuatnya merasa "dijebak" oleh oknum pedagang.
Dalam unggahannya yang viral, Poppy menyuarakan kekecewaannya dan menasihati pengunjung lain untuk selalu bertanya harga sebelum memesan.
“Lain kali biasakan bertanya dulu harga, jangan sampai kejadian seperti ini. Makanan sedap pun tidak seharusnya bayar hampir Rp600 ribu,” tulis Poppy.
Poppy juga menyebut bahwa pedagang yang bersangkutan sempat menghubunginya untuk meminta postingan itu dihapus.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Mata agar Tetap Sehat Meski Sering Menatap Layar Laptop
Ia setuju dengan satu syarat: pedagang harus memperbaiki pelayanan dan mencantumkan daftar harga secara transparan.
Postingan ini dengan cepat memicu reaksi beragam, mulai dari netizen yang menceritakan pengalaman serupa hingga yang menganggap harga tinggi di kawasan wisata adalah hal yang lumrah. Namun, ketiadaan daftar harga menjadi poin kritik utama.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagar Alam, Muhammad Brilian, langsung menanggapi kasus ini dan menyatakan penyesalan mendalam karena kejadian tersebut berpotensi merusak citra pariwisata daerah.
Brilian telah menginstruksikan tim pengawasan untuk segera memberikan pembinaan kepada para pedagang di kawasan Tugu Rimau.
“Kami menyesalkan sikap pedagang yang tidak mencantumkan informasi harga makanan dan minuman. Sudah ada tim yang memberikan pembinaan, dan memang seharusnya harga dicantumkan agar pengunjung tidak merasa dijebak,” tegas Brilian, Selasa (30/9/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





