Kenapa Deodoran Sering Meninggalkan Noda di Pakaian? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO SUMSEL Deodoran menjadi kebutuhan sehari-hari bagi banyak orang untuk menjaga tubuh tetap segar dan bebas bau.
Namun, di balik manfaatnya, produk perawatan ini kerap meninggalkan masalah klasik, yakni noda membandel pada pakaian, terutama di bagian ketiak. Lantas, mengapa deodoran sering menodai pakaian?
Noda deodoran umumnya muncul dalam dua bentuk, yakni bercak putih pada pakaian berwarna gelap dan noda kekuningan pada pakaian berwarna terang.
Kondisi ini bukan tanpa sebab, melainkan berkaitan dengan kandungan bahan aktif dalam deodoran serta cara penggunaannya.
Kandungan Aluminium Jadi Pemicu Utama
Banyak produk deodoran dan antiperspiran mengandung senyawa aluminium, seperti aluminium chlorohydrate atau aluminium zirconium. Bahan ini berfungsi mengurangi produksi keringat dengan cara menyumbat sementara kelenjar keringat.
Masalah muncul ketika aluminium bereaksi dengan keringat yang mengandung protein dan garam. Reaksi kimia tersebut dapat menempel pada serat kain dan membentuk noda kuning yang sulit dihilangkan, terutama setelah pakaian dicuci dan dikeringkan berulang kali.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini: 5 Bintang yang Bakal Mandi Cuan, Kamu Termasuk?
Sisa Deodoran yang Belum Kering
Selain faktor kandungan, noda juga sering terjadi karena deodoran belum sepenuhnya kering saat pakaian dikenakan. Deodoran berbentuk roll-on, krim, atau stick cenderung meninggalkan residu yang menempel langsung pada kain.
Gesekan antara ketiak dan pakaian membuat sisa deodoran berpindah ke kain, lalu mengering dan membentuk lapisan noda berwarna putih atau kusam.
Jenis Kain Berpengaruh
Jenis bahan pakaian juga memengaruhi tingkat noda deodoran. Kain sintetis seperti poliester dan rayon lebih mudah menyerap residu kimia dibandingkan bahan alami seperti katun. Akibatnya, noda deodoran pada pakaian berbahan sintetis cenderung lebih sulit dihilangkan.
Penggunaan Berlebihan Perparah Noda
Pemakaian deodoran secara berlebihan juga meningkatkan risiko noda. Semakin tebal lapisan deodoran yang diaplikasikan, semakin besar kemungkinan residunya menempel pada pakaian dan bereaksi dengan keringat.
Cara Mengurangi Noda Deodoran
Untuk mencegah noda deodoran, masyarakat disarankan menunggu beberapa menit hingga deodoran benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian. Menggunakan deodoran secukupnya dan memilih produk bebas aluminium juga dapat membantu mengurangi risiko noda.
Selain itu, mencuci pakaian segera setelah digunakan dan menghindari suhu pengering yang terlalu tinggi dapat mencegah noda semakin menetap di serat kain.
Dengan memahami penyebab noda deodoran, pengguna dapat lebih bijak dalam memilih produk dan cara pemakaian, sehingga pakaian tetap bersih dan awet meski digunakan setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem




