Demo Pertamina Patra Niaga Memanas, Massa Bakar Ban Tuntut Penuntasan Dugaan Penyelewengan BBM

AKURAT.CO SUMSEL Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas-Aktivis Pemantau Keseimbangan BBM Sumbagsel bersama Pekat IB Sumatera Selatan mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rabu (21/1/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas dugaan berbagai penyimpangan dalam pengelolaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan di lokasi, massa aksi membakar ban bekas di depan kantor Pertamina sebagai simbol kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Aksi ini sempat menarik perhatian pengguna jalan di sekitar kawasan tersebut.
Ketua Pekat IB Sumsel, Suparman Romans, mengatakan kedatangan aliansi bertujuan menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait kebijakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang diduga tidak pro rakyat. Ia menilai terdapat persoalan serius dalam tata kelola distribusi BBM, khususnya jenis solar.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyimpangan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat dan terkesan dibiarkan oleh oknum tertentu,” ujar Suparman di sela aksi.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada kelangkaan BBM solar di sejumlah wilayah, padahal Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi dan pemasok kebutuhan energi nasional.
Baca Juga: Polda Sumsel Gerebek Gudang Gas Oplosan di Kalidoni, Empat Tersangka Diringkus
“Kami menemukan indikasi adanya penyelewengan dalam penyaluran BBM di lapangan, termasuk dugaan penimbunan secara ilegal. Ironisnya, praktik seperti ini terkesan dibiarkan,” ungkapnya.
Selain itu, Suparman juga menyoroti dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proses perizinan pertashop serta kewajiban pembayaran deposit yang dinilai tidak rasional. Ia menyebut kondisi tersebut semakin memperburuk tata kelola distribusi BBM di daerah.
Aliansi juga menyinggung persoalan antrean panjang truk pengangkut BBM yang kerap memicu kemacetan di jalan umum. Situasi itu diduga akibat sistem pendistribusian yang tidak tertata dengan baik.
Atas kondisi tersebut, massa mendesak Direktur Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel untuk mengambil langkah tegas, termasuk menertibkan SPBU yang terindikasi melakukan kecurangan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Polda Sumsel, untuk turun tangan melakukan penyelidikan.
Tak hanya itu, aliansi turut mendesak Gubernur Sumatera Selatan agar mengevaluasi kebijakan pembatasan waktu pelayanan BBM solar pada malam hari yang dinilai tidak menyelesaikan persoalan.
“Kebijakan itu hanya memindahkan waktu kemacetan, bukan mengatasi akar masalah. Ini harus segera dievaluasi,” tegas Suparman.
Menanggapi aksi tersebut, Pjs Manager CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara terbuka. Ia memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi internal dan dengan pihak terkait.
“Kami berkomitmen menyalurkan BBM sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan,” ujarnya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









