Ini Lima Komoditas Penyebab Inflasi di Sumsel, Cenderung Menurun Secara Tahunan

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Provinsi Sumsel untuk periode April 2024.
Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh Wahyu Yulianto mengungkapkan inflasi year on year (yoy) mencapai 3,12%, sedangkan month to month (mtm) sebesar 0,43%.
Wahyu menjelaskan bahwa lima komoditas utama yang menyumbang terjadinya inflasi bulan lalu adalah bawang merah, emas perhiasan, tarif angkutan udara, bawang putih, dan tarif angkutan antar kota.
"Perubahan harga pada kelompok pengeluaran, khususnya makanan, minuman, dan tembakau, menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan tersebut," ungkapnya, Kamis (2/5/2024).
Sementara itu, dari perspektif tahunan, inflasi menunjukkan kecenderungan menurun sejak Januari hingga April 2024, meskipun masih cukup tinggi dengan angka yang berkisar antara 3,12% hingga 3,35%.
"Lima komoditas utama yang menyumbang inflasi year on year meliputi beras, daging ayam ras, emas perhiasan, tarif minum PDAM, dan bawang merah," katanya.
Baca Juga: Pria Asal Palembang Dikabarkan Hilang, Usai Pamit Untuk Ziarah ke Cirebon
Wahyu juga mencatat bahwa dari empat kota indeks harga konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Kota Muara Enim sebesar 3,70% (yoy), sementara yang terendah tercatat di Lubuk Linggau sebesar 2,45%.
Menariknya, untuk kabupaten Ogan Komering Ilir dan Muara Enim, inflasi year on year cenderung menurun, sementara Palembang dan Lubuk Linggau mengalami kenaikan yang relatif rendah namun stabil.
Namun, ada catatan penting yang perlu diperhatikan, yaitu adanya peningkatan inflasi pada momen Ramadhan dan Idulfitri tahun 2024. Ini menjadi perhatian karena pada tahun sebelumnya, inflasi pada saat periode tersebut hanya sebesar 0,33%.
BPS mencatat beberapa peristiwa yang mempengaruhi laju inflasi pada April 2024, termasuk momen puasa dan lebaran, kenaikan harga emas, dampak cuaca ekstrem, serta upaya pengendalian inflasi dari pemerintah daerah. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









