Bikin Macet! Masyarakat Keluhkan Truk Batubara Masih Melintas di Jalan Umum Muaraenim-Prabumulih

AKURAT.CO SUMSEL Para pengguna jalan di ruas Muaraenim-Prabumulih mengeluhkan kembalinya angkutan batubara yang melintas di jalan umum.
Masyarakat merasa resah dengan keberadaan truk-truk tronton yang membawa batubara dalam konvoi, terutama sejak sore hingga malam hari.
Andi (45), salah satu pengendara yang hendak menuju Muaraenim, menyatakan kekesalannya terhadap truk-truk batubara yang semakin hari semakin banyak melintas di jalan umum.
"Semakin hari, truk-truk batubara semakin banyak yang melintas di jalan umum, hal ini tentu sangat meresahkan dan mengganggu kita pengguna jalan," ujar Andi, Jumat (14/6/2024).
Menurut Andi, truk-truk tersebut sering kali melintas secara beramai-ramai, terutama sejak sore hingga malam hari. Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan terhadap truk-truk tersebut.
"Sepertinya sekarang pengawasan sudah mulai kendor terhadap truk-truk ini sehingga bisa kembali beroperasi di jalan umum. Terus terang kami sangat was-was dan resah kalau truk-truk itu sudah beroperasi kembali," tambahnya.
Baca Juga: Kemana Heri Amalindo Akan Berlabuh di Pilgub Sumsel? Ini Kata Pengamat
Hal serupa diungkapkan oleh Bowo (45), pengendara lain yang juga merasa terganggu dengan keberadaan angkutan batubara.
Ia menilai bahwa operasional truk-truk batubara ini tidak membawa keuntungan bagi masyarakat, melainkan hanya dampak negatif.
"Keberadaan angkutan batubara ini hanya membawa dampak negatif seperti menambah kemacetan, angka kecelakaan lalu lintas meningkat, hingga debu yang beterbangan," kata Bowo.
Bowo juga menekankan pentingnya tindakan tegas dari pihak terkait, terutama menjelang Idul Adha, untuk memastikan truk-truk batubara tidak melintas lagi di jalan umum.
"Kami meminta pihak terkait untuk menindak tegas agar angkutan batubara ini tidak melintas lagi di jalan umum. Bukankah dulu Gubernur melarang mereka melintas? Kami sudah senang, tapi kenapa sekarang mereka bisa melintas kembali," ungkapnya. (Ika)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









