Sumsel

Anak Pintar Ternyata Bukan Semata Warisan Gen Orang Tua, Penelitian Ungkap Faktor yang Paling Berpengaruh

Kurnia | 7 Agustus 2026, 11:00 WIB
Anak Pintar Ternyata Bukan Semata Warisan Gen Orang Tua, Penelitian Ungkap Faktor yang Paling Berpengaruh
ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Banyak orang meyakini bahwa kecerdasan anak diwariskan langsung dari orang tuanya.

Anggapan ini memang memiliki dasar ilmiah, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa gen bukanlah faktor utama yang menentukan kepintaran seorang anak.

Sejumlah studi menemukan bahwa faktor genetika hanya menyumbang sebagian kecil terhadap kemampuan intelektual.

Sementara itu, lingkungan tempat anak tumbuh, pola pengasuhan, hingga pengalaman belajar sehari-hari justru memiliki peran yang jauh lebih besar dalam membentuk kecerdasan.

Gen Memang Berpengaruh, tetapi Bukan Penentu Utama

Penelitian yang dikutip dari The Pennsylvania State University menunjukkan bahwa sekitar 20 hingga 40 persen variasi kecerdasan anak dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Temuan tersebut kemudian diperkuat melalui penelitian yang melibatkan sekitar 18.000 anak berusia 6 hingga 18 tahun di Austria, Inggris, dan Belanda. Para peneliti membandingkan data DNA dengan skor kecerdasan (IQ) para peserta.

Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara beberapa variasi gen dengan kemampuan intelektual, termasuk gen FNBP1L yang diketahui memiliki kaitan dengan perkembangan fungsi otak.

Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa sebagian besar kecerdasan seseorang tidak ditentukan oleh faktor genetik.

Dengan kata lain, memiliki orang tua yang cerdas bukan jaminan mutlak seorang anak akan memiliki tingkat kecerdasan yang sama.

Lingkungan Jadi Faktor yang Paling Menentukan

Para peneliti menyimpulkan bahwa sekitar 60 hingga 80 persen perkembangan kecerdasan dipengaruhi oleh lingkungan.

Hal tersebut mencakup kualitas pendidikan, stimulasi sejak usia dini, interaksi dengan keluarga, kecukupan gizi, hingga kesempatan anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.

Baca Juga: 5 Perusahaan Minyak Paling Untung Saat Perang AS Iran Berlangsung

Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang mendukung cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan berbagai situasi.

Pola Asuh Orang Tua Sangat Berpengaruh

Selain lingkungan, pola pengasuhan juga menjadi salah satu faktor penting.

Penelitian dari Harvard menemukan bahwa orang tua yang memiliki growth mindset, yakni keyakinan bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui proses belajar, cenderung mampu mendukung perkembangan anak secara lebih optimal.

Sebaliknya, tingkat stres yang tinggi pada orang tua dapat berdampak pada perkembangan anak apabila tidak diimbangi dengan pola pikir yang positif.

Peneliti juga menekankan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh ibu, tetapi juga keterlibatan ayah, dukungan keluarga, akses terhadap pendidikan yang baik, hingga lingkungan sosial yang sehat.

Kepintaran Tidak Hanya Diukur dari Nilai Akademik

Para ahli mengingatkan bahwa kecerdasan tidak bisa diukur hanya melalui nilai rapor atau skor IQ.

Kemampuan bernalar, berpikir kreatif, memecahkan masalah, memahami ide yang kompleks, hingga beradaptasi dengan perubahan juga merupakan bagian dari kecerdasan.

Karena itu, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan dapat berkembang melalui pengalaman serta proses belajar yang terus berlangsung.

Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa gen memang memiliki kontribusi terhadap kecerdasan anak, tetapi porsinya relatif terbatas.

Faktor lingkungan, kualitas pola asuh, pendidikan, dan pengalaman belajar justru menjadi penentu terbesar dalam mengoptimalkan potensi anak.

Dengan kata lain, anak tidak hanya "terlahir pintar", tetapi juga dapat menjadi lebih cerdas melalui dukungan keluarga, pendidikan yang tepat, dan lingkungan yang mendorong mereka untuk terus belajar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia