Harga Memori Melonjak, Xiaomi Ungkap Beban Biaya RAM Naik Jutaan Rupiah

AKURAT.CO SUMSEL Xiaomi mengungkap lonjakan signifikan biaya komponen memori yang berdampak langsung pada harga produksi ponsel mereka.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyebut kenaikan ini dipicu krisis chip memori global yang berkaitan erat dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam pernyataannya di platform Weibo, Weibing menjelaskan bahwa perusahaan kini harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar 1.500 yuan (sekitar Rp 3,7 juta) untuk paket memori berkapasitas RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ia menambahkan, kenaikan harga memori saat ini jauh melampaui perkiraan industri.
Bahkan, harga komponen tersebut disebut meningkat hingga empat kali lipat dibanding kuartal pertama 2025.
Lonjakan biaya ini membuat harga paket memori yang sebelumnya berada di kisaran 500 yuan kini melonjak menjadi sekitar 2.000 yuan.
Nilai tersebut hampir setara dengan harga satu unit smartphone kelas menengah ke bawah.
Dampak terbesar dirasakan lini produk Redmi, submerek Xiaomi yang dikenal mengusung harga terjangkau.
Kenaikan biaya produksi memaksa perusahaan melakukan penyesuaian harga pada sejumlah model.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Puncak Hujan April 2026, Warga Sumsel Diminta Waspada Banjir dan Longsor
Salah satu contohnya adalah Redmi K90 Pro Max yang dijadwalkan mengalami kenaikan harga sekitar 200 yuan mulai April 2026.
Selain itu, Xiaomi juga menghentikan sementara program promosi untuk seri Redmi Turbo 5 dan Redmi Turbo 5 Max di pasar China.
Meski penyesuaian ini saat ini difokuskan di China, Xiaomi juga mulai menerapkan strategi serupa di pasar lain, termasuk Indonesia, dengan penyesuaian pada beberapa model produk.
Krisis memori global yang dipicu lonjakan kebutuhan AI diperkirakan masih akan memberi tekanan pada industri teknologi dalam waktu dekat, khususnya bagi produsen yang mengandalkan strategi harga kompetitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









