Sumsel

Jangan Sepelekan Tekanan Ban, Bisa Pengaruhi BBM dan Keselamatan

Kurnia | 13 April 2026, 14:29 WIB
Jangan Sepelekan Tekanan Ban, Bisa Pengaruhi BBM dan Keselamatan
Tekanan ban

Tekanan angin ban mobil kerap dianggap hal sepele oleh banyak pengendara.

Padahal, faktor ini memiliki peran besar dalam menentukan keselamatan, kenyamanan, hingga efisiensi bahan bakar saat berkendara.

Kesalahan dalam menjaga tekanan ban, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, bisa berdampak serius pada performa kendaraan di jalan.

Secara umum, tekanan ban mobil ideal berada di kisaran 30 hingga 35 PSI. Namun, angka ini tidak bersifat mutlak karena dipengaruhi oleh jenis kendaraan, ukuran ban, serta beban yang dibawa.

Setiap pabrikan biasanya sudah mencantumkan rekomendasi tekanan angin yang tepat, baik pada stiker di pintu pengemudi maupun di buku manual.

Untuk penggunaan harian, mengikuti standar pabrikan sudah cukup aman. Sementara itu, saat membawa muatan lebih berat atau menempuh perjalanan jauh, tekanan ban bisa ditambah sekitar 2–3 PSI untuk menjaga performa tetap optimal.

Mengabaikan tekanan ban yang sesuai bisa menimbulkan berbagai risiko.

Ban yang kekurangan angin akan memiliki permukaan kontak lebih luas dengan jalan, sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Rp100 Ribu, Kembali ke Level Rp15 Juta per Suku

Selain itu, ban juga lebih cepat aus di bagian samping, kendaraan terasa lebih berat dikendalikan, hingga meningkatkan risiko pecah ban.

Di sisi lain, tekanan angin yang terlalu tinggi juga tidak kalah berbahaya.

Kondisi ini dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan, membuat kendaraan terasa lebih keras saat melewati jalan rusak, serta mempercepat keausan di bagian tengah ban.

Risiko tergelincir pun meningkat, terutama saat melintas di jalan basah.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, pengecekan tekanan ban sebaiknya dilakukan saat kondisi ban masih dingin, misalnya sebelum kendaraan digunakan di pagi hari.

Jika dilakukan setelah mobil berjalan, tekanan yang terbaca biasanya lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Idealnya, pemeriksaan dilakukan secara rutin, setidaknya setiap dua minggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.

Menjaga tekanan angin ban tetap sesuai standar bukan hanya soal kenyamanan berkendara.

Lebih dari itu, langkah sederhana ini berperan penting dalam menjaga stabilitas kendaraan saat bermanuver dan mengerem.

Bahkan, tekanan ban yang tepat juga dapat membantu menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan rutin memeriksa dan menyesuaikan tekanan ban, pengendara tidak hanya merawat kendaraan, tetapi juga meningkatkan keselamatan diri dan penumpang selama perjalanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia