Pahala dan Keutamaan Shalat Tarawih Selama Bulan Ramadan Sayang untuk Dilewatkan

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah telah menetapkan awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Itu artinya, malam ini akan dilaksanakan shalat tarawih malam pertama Ramadan 1447 Hijriah.
Ada beberapa keutamaan dan pahala salat tarawih yang sayang jika dilewatkan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.
Baca Juga: Air Sungai Naik Signifikan, BBWS Intensifkan Pemantauan
Keutamaan Shalat Tarawih
1. Diampuni Dosa yang Telah Lalu
Dalam hadis shahih dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda 'Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni' (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi.
Baca Juga: Efek Ramadan dan Imlek, Harga Tenggiri Premium Tembus Rp106 Ribu
Hadis ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya.
Ibnul Mundzir menegaskan bahwa yang dimaksud dengan pengampunan dosa dalam hadis di atas adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil.
Sementara itu, An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil.
2. Shalat Tarawih Bersama Imam Seperti Shalat Semalam Penuh
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya.
Lalu beliau bersabda "Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh".
Baca Juga: Pesta Orgen Tunggal di OKI Berujung Berdarah, Satu Tewas Ditembak, Satu Kritis Ditusuk
Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.
3. Shalat Tarawih adalah Seutama-utamanya Shalat
Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah.
Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu.
Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









