Sumsel

Diajak Beli Sepeda Untuk Anak, Emak-emak di Palembang Malah Jadi Korban KDRT Suami

Haris Ma'ani | 18 September 2024, 16:29 WIB
Diajak Beli Sepeda Untuk Anak, Emak-emak di Palembang Malah Jadi Korban KDRT Suami

AKURAT.CO SUMSEL Tiara Deasy Lionita (31), seorang ibu rumah tangga dari Perumahan Hartamas Residen, Kecamatan Sukarami, Palembang, diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, DF.

Menurut Tiara, penganiayaan terjadi pada Senin (16/9/2024) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Alang-alang Lebar, tepatnya di samping Masjid BMKM Pulo Gadung, Palembang.

Tiara mengungkapkan bahwa ia mengalami kekerasan fisik berupa jambakan rambut, pukulan di muka, bibir, serta tamparan.

"Awalnya, saya menerima pesan WhatsApp dari suami yang mengajak saya untuk membeli sepeda anak-anak. Saya setuju, dan suami saya kemudian menjemput saya di kawasan Talang Jambe menggunakan mobil," kata Tiara, Rabu (18/9/2024).

Setibanya di lokasi kejadian, Tiara mengaku suaminya memberhentikan mobil dan menyuruhnya turun bersama anak-anak.

Baca Juga: Viral! Oknum KSOP Kendari Tendang Dagangan, Dicopot Dari Jabatan dan Ternyata Sudah Berdamai dengan Pedagang

Tanpa alasan jelas, DF langsung melakukan kekerasan terhadap Tiara, yang mengakibatkan luka-luka pada bibir, tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya.

Tiara melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang dan berharap agar suaminya dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kompol Fadly, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, mengonfirmasi bahwa laporan Tiara telah diterima dan kasus tersebut akan ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang.

"Kami telah menerima laporan korban dan akan segera memprosesnya," ungkap Kompol Fadly. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto