Sumsel

16 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Lansia Ditikam Tetangga

Deny Wahyudi | 2 September 2026, 14:56 WIB
16 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Lansia Ditikam Tetangga
16 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Lansia Ditikam Tetangga

AKURAT.CO SUMSEL Rekonstruksi kasus penikaman yang menewaskan ST (82) memperagakan rangkaian kejadian dalam 16 adegan.

Rekonstruksi digelar di halaman Polsek Seberang Ulu (SU) II Palembang, Selasa (1/9/2026) sore. Tersangka Herry Tarmizi (49) memperagakan langsung perbuatannya, sedangkan korban diperankan oleh anggota Reskrim Polsek SU II. Sementara sejumlah saksi diperankan oleh saksi dalam perkara.

Rangkaian kejadian bermula ketika Herry mendatangi rumah korban di Jalan Batu Dua, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.

Saat berada di sekitar rumah korban, anak korban kemudian memanggil ayahnya agar keluar rumah.

Begitu ST keluar, Herry diduga langsung mengeluarkan pisau yang dibawanya. Senjata tajam tersebut kemudian diayunkan ke arah korban.

Serangan itu membuat ST mengalami luka tusuk di bawah ketiak sebelah kiri serta luka pada bagian lengan kiri.

Baca Juga: Sekda Palembang Masih Jalani Pemulihan di Singapura, Ratu Dewa Tunjuk Sulaiman Amin Jadi Pj

Korban yang mengalami pendarahan kemudian mendapat pertolongan dan dibawa menuju RS Muhammadiyah Palembang.

Namun, kondisi korban terus memburuk akibat kehilangan banyak darah. ST akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kapolsek SU II Palembang Kompol Dedi Rahmat Hidayat mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas rangkaian tindak pidana sekaligus melengkapi berkas perkara.

Dalam rekonstruksi tersebut, polisi juga memperlihatkan posisi para pihak dan rangkaian kejadian sejak tersangka datang hingga korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam.

Polisi menyebut pemicu kejadian bermula dari rasa sakit hati tersangka terhadap korban. Herry mengaku tersinggung karena pernah dipanggil "kur-kur" oleh korban, yang menurut pengakuannya berkaitan dengan permintaan untuk memberi makan ayam peliharaan korban.

Meski luka tusuk korban disebut bukan berada di bagian tubuh yang tergolong mematikan, luka pada lengan menyebabkan korban kehilangan banyak darah.

"Luka tusuknya bukan di tempat yang mematikan. Namun, terdapat luka di bagian lengan hingga mengeluarkan banyak darah. Refleks tersangka menusuk korban diduga spontanitas," ujar Dedi.

Rekonstruksi 16 adegan tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan sebelum perkara dilanjutkan ke tahapan hukum berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia