Rupiah Hari Ini, Melemah ke Rp17.751 dan Jadi Jawara Pelemahan di Asia

AKURAT.CO SUMSEL Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Kamis (27/8/2026).
Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bahkan menjadi mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan Asia pada pagi ini.
Mengacu pada perdagangan pasar spot, rupiah dibuka di level Rp17.751 per dolar AS. Posisi tersebut melemah sekitar 0,15% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.725 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia cenderung beragam.
Rupiah Jadi yang Paling Tertekan
Pada pukul 09.00 WIB, rupiah mencatat pelemahan paling dalam dibandingkan sejumlah mata uang utama Asia yang dipantau.
Peso Filipina berada tepat di bawah rupiah dengan penurunan 0,08%. Baht Thailand kemudian melemah 0,04%, sedangkan ringgit Malaysia turun 0,02% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Idealnya Manusia Minum Air Putih Berapa Liter Sehari? Ini Kebutuhan Cairan yang Perlu Diperhatikan
Dolar Hong Kong juga bergerak turun tipis sebesar 0,01%.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah terjadi ketika sebagian mata uang Asia lainnya masih mampu bertahan atau bahkan menguat terhadap dolar AS.
Won Korsel Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mencatat penguatan pada perdagangan pagi.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik setelah menguat 0,43% terhadap dolar AS.
Penguatan berikutnya dicatat oleh dolar Taiwan yang naik 0,28%. Sementara itu, dolar Singapura terkerek 0,08%.
Yen Jepang juga menguat sebesar 0,03%, sedangkan yuan China naik tipis sekitar 0,004% terhadap dolar AS.
Pergerakan tersebut memperlihatkan kontras di pasar valuta asing Asia. Ketika sejumlah mata uang mampu menguat, rupiah justru menjadi yang paling tertekan pada awal perdagangan.
Posisi rupiah di level Rp17.751 per dolar AS menjadi perhatian karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari biaya impor hingga kinerja perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar AS.
Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini masih akan menjadi sorotan investor.
Pasar juga akan mencermati arah dolar AS serta sentimen global yang dapat memengaruhi aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dengan pembukaan yang melemah, pelaku pasar kini menunggu apakah rupiah mampu memangkas tekanan tersebut atau justru melanjutkan pelemahannya hingga akhir perdagangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









