Harga Global Membaik, Volume Ekspor Karet Sumsel Sepanjang 2025 Tumbuh 4,6 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor karet Sumatra Selatan (Sumsel) mencatatkan rapor positif sepanjang tahun 2025. Membaiknya harga karet di pasar internasional menjadi pendorong utama meningkatnya volume pengiriman komoditas unggulan Bumi Sriwijaya ini ke pasar global.
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K. Eddy, mengungkapkan bahwa berdasarkan data periode Januari hingga November 2025, total ekspor karet Sumsel telah menembus angka 704.520 ton.
"Volume pengiriman tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 4,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang tercatat sebesar 673.208 ton," ujar Alex, Kamis (8/1/2026).
Alex menjelaskan, tren kenaikan harga di tahun 2025 dipicu oleh keterbatasan suplai akibat bencana banjir yang melanda sejumlah daerah pusat produksi karet, baik di tingkat domestik maupun di negara-negara produsen lainnya.
Meskipun kenaikan harga tersebut belum melonjak tajam, kondisi ini dinilai cukup efektif untuk menjaga stabilitas harga di pasar dunia.
Baca Juga: Ditinggal Belanja Sebentar, Motor Matic Raib Digondol Maling di Parkiran Minimarket Jakabaring
Dampak positif dari perbaikan harga ini tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha, tetapi juga memberikan angin segar bagi para petani karet di daerah.
"Kami berharap penguatan harga ini menjadi suntikan semangat bagi petani karet, khususnya di Sumatra Selatan, untuk terus meningkatkan produktivitas mereka," tambahnya.
Kendati menutup tahun 2025 dengan capaian manis, Gapkindo mengingatkan adanya sejumlah tantangan besar yang membayangi industri karet pada tahun 2026. Terdapat dua isu utama yang berpotensi menekan pasar ekspor ke depan.
Pertama, adanya kebijakan tarif resiprokal yang direncanakan oleh Amerika Serikat. Kedua, rencana pembebasan bea masuk bagi komoditas karet dari negara-negara Afrika yang menuju pasar China.
Kedua faktor ini dikhawatirkan akan menciptakan persaingan yang lebih ketat dan menjadi sentimen negatif bagi harga karet Indonesia.
Hingga saat ini, Amerika Serikat masih tetap menjadi destinasi utama ekspor karet asal Sumsel dengan penguasaan pasar mencapai 22 persen. Selain Negeri Paman Sam, pasar karet Sumsel juga terserap secara signifikan ke negara-negara lain seperti China, kawasan Eropa, India, hingga Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









