Bisa Tahan Gempa? Ini 3 Fakta Menarik dari Rumah Baghi: Rumah Tradisonal Khas Pagaralam

AKURAT.CO SUMSEL Pagaralam merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Sumatera Selatan. Tidak hanya dikenal dengan panorama alamnya Indah, Kota ini juga dikenal memiliki warisan budaya yang unik, salah satunya yaitu, Rumah Baghi.
Rumah Bhagi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Sumatera Selatan yang ditemukan di daerah Pelang Keniday, Kota Pagaralam.
Rumah Baghi ini dalah rumah khas tradisional suku besemah, yang menyebar di beberapa daerah seperti Lahat, Muara Enim, Empat Lawang, tak terkecuali Kota Pagaralam.
Tertarik untuk mengetahui fakta menarik dari Rumah Bhagi? Simak artikel ini sampai selesai.
3 Fakta Menarik dari Rumah Bhagi
Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta menarik dari rumah khas tradisonal Pagaralam ini.
1. Rumah Baghi Menjadi Warisan Budaya Tak Benda
Keunikan dari Rumah Baghi menjadikan rumah ini sebagai warisan budaya tak benda dalam ketagori kemahiran dan kerajinan tradisional yang telah disahkan pada tahun 2017.
2. Rumah Baghi yang Tahan Gempa
Gempa bumi menjadilah masalah yang serius. Berbagai arsitek di dunia berusaha menciptakan material maupun konstruksi yang bisa menjadi solusi dari bencana alam ini.
Namun di Indonesia, terkhususnya di Sumatera Selatan, dilansir dari berbagai sumber, Rumah Bhagi merupakan rumah tradisional yang dapat beradaptasi dengan bencana alam seperti gempa bumi.
Hebat dan membanggakan, bukan?
3. Rumah Baghi Mempunyai 4 Tipe
Pertama yaitu, Rumah Tatahan, terdapat ukiran yang dibuat dengan teknik menatah menggunakan berbagai jenis pahat.
Istilah "tatahan" digunakan karena proses pembuatan ukiran melibatkan penggunaan pahat.
Kedua, Rumah Gilapan, pada dasarnya memiliki bentuk yang serupa dengan Rumah Tatahan.
Perbedaannya terletak pada bagian dinding luar, yang tidak diukir, melainkan hanya dikerjakan dengan ketam.
Ketiga, Rumah Padu Tiking yang memiliki kesamaan dasar dengan dua tipe rumah sebelumnya.
Namun, perbedaannya terletak pada penggunaan kayu dan bambu dalam beberapa bagian bangunan.
Selain itu, posisi kayu kitau (penyangga lantai rumah) ditempatkan di atas tiang layar dan tiang tengah rumah.
Terakhir, Rumah Padu Ampagh memiliki ciri khas dengan anyaman bambu. Perbedaan lainnya terletak pada posisi kitau yang diletakkan secara rebah.
(MG/CC Dandy Dwi Putra Handho)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun





