El Nino Berkepanjangan, Sumsel Datangkan 23 Ton Bawang Merah dan 38 Ton Cabai dari Luar Daerah

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat pasokan pangan dari luar daerah untuk menjaga ketersediaan komoditas hortikultura di tengah ancaman El Nino berkepanjangan.
Langkah ini dilakukan melalui program Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sekaligus sebagai upaya mengendalikan inflasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel sekaligus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bambang Pramono, mengatakan Sumsel telah mendatangkan bawang merah dari Sumatera Barat dan Jawa Tengah dengan skema transaksi business-to-business (B2B).
“Sumsel mencatat pembelian komoditas bawang merah secara business-to-business (B2B) dari Sumatera Barat dan Jawa Tengah sebanyak 23,02 ton,” ujar Bambang, Selasa (13/10/2026).
Selain bawang merah, Sumsel juga mendatangkan cabai dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Total pembelian cabai dari daerah tersebut mencapai 38,29 ton.
Baca Juga: Razia Narkoba di Ogan Ilir, Polisi Sita 10 Pil Ekstasi, Sabu, hingga 12 Alat Hisap
Menurut Bambang, pasokan dari luar wilayah diperlukan untuk memperkuat ketersediaan komoditas pangan di pasar Sumsel, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi mengganggu produksi pertanian dan memengaruhi harga.
Bambang menjelaskan, program KAD tidak hanya ditujukan untuk menjaga stok pangan, tetapi juga menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi daerah.
Hingga September 2026, kerja sama yang dijalankan pemerintah daerah di Sumsel dengan sejumlah pemerintah daerah di Jawa mencakup delapan Kesepakatan Bersama (KSB) dan 21 Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Selain memperluas kerja sama pasokan, TPID Sumsel juga melakukan studi tiru bersama TPID Sulawesi Selatan ke Jawa Tengah. Kegiatan tersebut bertujuan mempelajari berbagai inovasi pengendalian inflasi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Palembang Turun Rp20.000 per Gram Hari Ini, Cek Rincian 13 Oktober 2026
Di sisi lain, kenaikan harga cabai mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, pada awal Oktober 2026, harga cabai mengalami kenaikan tipis.
Agen cabai, Suparmin, menyebut kenaikan harga dipengaruhi kondisi lingkungan dan fenomena El Nino berkepanjangan. Dampaknya, sebagian pelanggan mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran.
Pelanggan yang sebelumnya membeli hingga 10 kilogram cabai dalam sekali transaksi kini umumnya hanya membeli sekitar 5–7 kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan pasokan dan kenaikan harga pangan dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Karena itu, penguatan pasokan melalui kerja sama antar daerah menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan komoditas dan membantu meredam tekanan inflasi di Sumsel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









