Gubernur Sumsel Siapkan Sayembara Rp15 Juta untuk Ungkap Pelaku Karhutla di OKI

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyiapkan hadiah total Rp15 juta bagi masyarakat yang berhasil mengungkap dan membuktikan pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yang rawan kebakaran.
Sayembara tersebut menjadi salah satu langkah Herman Deru untuk menekan kasus karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel, khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Hal itu disampaikan Herman Deru saat mengunjungi Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, Minggu (4/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan kepala desa dan warga dari lima kecamatan yang dikenal sebagai wilayah rawan karhutla.
Didampingi Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Herman Deru menerima berbagai informasi mengenai kondisi kebakaran lahan di wilayah tersebut. Dari laporan camat dan kepala desa, sebagian kebakaran diduga terjadi akibat ulah manusia.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Es Durian di Palembang, Cocok untuk Pencinta Durian
Menanggapi kondisi itu, Herman Deru kemudian menawarkan hadiah bagi masyarakat yang mampu menunjukkan sekaligus membuktikan pelaku pembakaran lahan.
“Siapo yang biso nunjukke wongnyo dan akurat pembakar lahan itu ku enjuk hadiah bae. Bagi warga yang melaporkan dan bisa membuktikan pelaku pembakaran lahan, akan diberikan uang Rp10 juta dari saya dan Rp5 juta dari Pak Bupati,” kata Herman Deru.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan dari para kepala desa yang hadir. Tak hanya masyarakat, Herman Deru juga menantang para kepala desa dan anggota karang taruna untuk ikut membantu mengungkap pelaku karhutla.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Pencegahan dan pengungkapan pihak yang sengaja membakar lahan juga harus diperkuat.
Selain persoalan penindakan, Herman Deru juga menerima masukan mengenai kebutuhan sarana penanganan karhutla. Salah satu kebutuhan yang disampaikan kepala desa adalah penambahan sumur bor di lokasi rawan kebakaran.
Herman Deru meminta kebutuhan tersebut dikoordinasikan dengan Pemkab OKI dan Kodim. Sumur bor, menurutnya, tidak hanya dapat digunakan untuk membantu pemadaman karhutla, tetapi juga memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Pembangunan sumur bor harus dilakukan di tempat rawan dan memang harus dipelihara untuk sumber air pemadaman karhutla maupun kebutuhan MCK,” tegasnya.
Herman Deru juga mendorong desa-desa rawan karhutla untuk memiliki aturan yang lebih kuat. Ia mencontohkan Desa Jermun yang telah menerapkan hukum adat terkait larangan membakar lahan sejak 2015.
Menurutnya, aturan lokal seperti itu dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla di tingkat desa.
Herman Deru menyebut lima kecamatan di OKI yang menjadi wilayah paling rawan karhutla, yakni Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang, Pangkalan Lampam, dan Pampangan.
Ia juga mendorong adanya perwakilan BPBD yang lebih dekat dengan wilayah rawan agar pemantauan dan penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.
“Satu kecamatan saja itu luasnya sama dengan satu kabupaten yang lain. Dengan adanya BPBD yang lebih dekat di tingkat kecamatan, diharapkan pemantauan, pelaporan, pengerahan personel hingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Herman Deru menegaskan Sumsel tidak boleh terus menjadi daerah yang identik dengan kebakaran hutan dan lahan serta asap.
“Kita tentu tidak ingin menjadi wilayah yang selalu menjadi bulan-bulanan, menjadi penghasil asap bagi negara lain,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









