Sumsel

Habitatnya Dikepung Karhutla, BKSDA Pantau Kondisi Gajah Padang Sugihan

Kurnia | 11 September 2026, 18:20 WIB
Habitatnya Dikepung Karhutla, BKSDA Pantau Kondisi Gajah Padang Sugihan
Gajah Sumatera - BKSDA Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, belum sepenuhnya teratasi.

Kondisi tersebut membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel meningkatkan kewaspadaan karena kawasan yang terbakar merupakan habitat gajah Sumatra.

Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, titik api masih terpantau di bagian timur kawasan. Namun, berdasarkan pemantauan sementara, area yang menjadi habitat gajah masih berada dalam kondisi aman.

"Area gajah masih termonitor aman, namun tetap kami waspadai untuk upaya pencegahan agar kepala api makin mengarah ke habitat gajah," kata Daniwari, Jumat (11/9/2026).

Karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung selama 11 hari sejak 1 September 2026. Luas lahan yang terbakar sementara diperkirakan mencapai 90 hektare.

BKSDA tidak hanya mengantisipasi pergerakan api, tetapi juga memperhatikan dampak asap terhadap kondisi gajah. Pasalnya, kebakaran berlangsung di kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut.

"Sampai saat ini belum ada gajah yang keluar dari habitatnya," ujarnya.

Baca Juga: Karhutla Kembali Nyala di Kebun Raya Sriwijaya, 3 Regu Dikerahkan

Pemantauan juga dilakukan terhadap gajah binaan yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.

BKSDA bersama mahout atau pawang gajah terus memastikan kondisi satwa, termasuk ketersediaan pakan, nutrisi, obat-obatan hingga pemeriksaan kesehatan.

"Gajah liar dan gajah binaan tetap menjadi perhatian kita," kata Daniwari.

Sementara itu, upaya pemadaman karhutla masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, kondisi lahan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Sebagian kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar. Kondisi tersebut membuat api lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.

"Kami masih lakukan pemadaman di SM Padang Sugihan karena sampai sekarang belum juga padam," ujar Ferdian.

Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, masyarakat peduli api, BKSDA Sumsel dan pemadam dari perusahaan masih dikerahkan ke lokasi.

Penanganan juga mendapat dukungan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui water bombing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia