Sumsel

Hujan Deras Palembang Lumpuh oleh Genangan dan Macet Parah

Kurnia | 21 April 2026, 16:44 WIB
Hujan Deras Palembang Lumpuh oleh Genangan dan Macet Parah
foto banjir di kawasan palembang. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada Selasa siang (21/4/2026) kembali mengungkap persoalan klasik perkotaan: genangan air yang cepat datang, namun lama surut.

Sejumlah ruas jalan utama berubah menjadi “kolam dadakan”, memicu kemacetan panjang dan menghambat aktivitas warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik strategis terdampak cukup parah, seperti Kkawasan KM 5, Simpang Polda, Sekip hingga Veteran.

Di lokasi-lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar selutut orang dewasa. Tak sedikit kendaraan yang terpaksa melambat, bahkan mogok setelah nekat menerobos genangan.

Baca Juga: 12 Poin Penting RUU PPRT yang Disahkan DPR Hari Ini

Kondisi ini langsung berdampak pada arus lalu lintas. Antrean kendaraan mengular, terutama di jalur yang menjadi penghubung utama antar kawasan.

Sejumlah pengendara memilih mencari jalur alternatif, meski tak jarang justru terjebak di titik kemacetan baru.

Pemerintah Kota Palembang bergerak cepat merespons situasi ini. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melalui pernyataannya di media sosial, menyebutkan bahwa seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah telah diterjunkan untuk memantau kondisi di wilayah masing-masing.

“Dishub juga sudah diturunkan untuk mengatur lalu lintas yang terjadi kemacetan akibat genangan air,” tulisnya.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga dikerahkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi akibat genangan air di berbagai titik. Upaya ini dilakukan guna memastikan lalu lintas tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, genangan air di sejumlah ruas jalan masih belum surut sepenuhnya.

Warga pun diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama di wilayah yang rawan tergenang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia