Enam Bulan Terakhir, 29 Ribu Warga Sumsel Keluar dari Garis Kemiskinan

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel melaporkan bahwa dalam enam bulan terakhir, angka kemiskinan berhasil ditekan sebanyak 29 ribu jiwa.
Persentasenya pun menurun dari 10,51 persen pada September 2024 menjadi 10,15 persen per Maret 2025.
Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi berbagai kebijakan strategis yang mendorong daya beli masyarakat dan memperkuat sektor pangan.
“Penurunan kemiskinan ini tidak terjadi begitu saja. Ini didorong oleh melimpahnya produksi gabah, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), tingginya harga komoditas ekspor, serta program diskon dan subsidi dari pemerintah,” ungkap Wahyu dalam konferensi pers, Jumat (25/7/2025).
Menurut Wahyu, capaian ini menunjukkan arah positif menuju target nasional satu digit tingkat kemiskinan.
“Biasanya pemerintah daerah menargetkan kemiskinan berada di bawah 10 persen. Kini kita sudah mendekati. Ini capaian yang luar biasa, mengingat penurunan kemiskinan memerlukan anggaran dan usaha besar,” tambahnya.
Salah satu faktor penentu turunnya angka kemiskinan adalah tingginya produksi gabah pada awal 2025 yang dibarengi dengan peningkatan HPP. Situasi ini menguntungkan petani, yang menjadi kelompok masyarakat paling rentan terhadap fluktuasi ekonomi.
“Petani mendapatkan harga lebih baik atas hasil panennya. Ini tentu meningkatkan pendapatan mereka,” jelas Wahyu.
Selain itu, peningkatan harga komoditas ekspor turut memberi dampak positif bagi pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan, khususnya di daerah yang bergantung pada hasil bumi seperti karet dan kelapa sawit.
Tak hanya sektor produksi, kebijakan fiskal juga memainkan peran besar. Sejumlah program subsidi dan diskon yang diluncurkan pemerintah menjadi bantalan sosial bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kebijakan ini membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat. Misalnya program bantuan pangan, listrik bersubsidi, hingga diskon tarif transportasi publik,” terang Wahyu.
BPS mencatat, garis kemiskinan pada Maret 2025 berada di angka Rp581.702 per kapita per bulan. Dari jumlah tersebut, komponen makanan menyumbang sekitar 75 persen, sementara sisanya berasal dari pengeluaran non-makanan.
Beberapa komoditas utama yang berpengaruh terhadap garis kemiskinan di antaranya adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam, dan mi instan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








