Sumsel

Ngeri, Iran Diam-diam Perkuat Fasilitas Nuklir di dalam Gunung, Kedalamannya Disebut Hampir 100 Meter

Septiyanti Dwi Cahyani | 11 September 2026, 19:30 WIB
Ngeri, Iran Diam-diam Perkuat Fasilitas Nuklir di dalam Gunung, Kedalamannya Disebut Hampir 100 Meter
Ilustrasi fasilitas nuklir.

AKURAT. CO SUMSEL - Senjata nuklir menjadi salah satu faktor pemicu Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang fasilitas nuklir rahasia Iran.

Di tengah ancaman tersebut, alih-alih takut dan menunjukkan tanda-tanda menyerah, Iran diduga malah mempercepat pembangunan fasilitas nuklir bawah tanah di Pickaxe Mountain.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Jelang Akhir Pekan Setelah 4 Hari Stabil

The New York Post melaporkan sebuah analisis citra satelit selama enam tahun terhadap benteng pegunungan yang berada di dekat fasilitas nuklir Natanz.

Hasilnya, menunjukkan adanya lonjakan aktivitas konstruksi di lokasi tersebut sepanjang tahun ini.

Lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington memperkirakan peningkatan aktivitas konstruksi itu berkaitan dengan upaya mengubah lokasi tersebut menjadi fasilitas yang lebih aman untuk mendukung program nuklir Iran.

Baca Juga: Insta360 Luna Pro Meluncur, Bawa Sensor 1 Inci dan Kamera Gimbal 8K

Menurut temuan CSIS, pengerjaan fasilitas mulai dipercepat pada Oktober 2025.

Israel sempat memperingatkan pemerintahan Trump bahwa Iran diduga sedang memindahkan mesin sentrifus dan komponen uranium ke pangkalan bawah tanah tersebut.

Namun klaim tersebut tidak dikomentari oleh CSIS.

Baca Juga: The Ordinary Jackpot Resmi Tayang, Kisah Karyawan yang Mendadak Jadi Pemenang Lotre

Pengerjaan fasilitas nuklir ini tampak berfokus pada penggalian kembali pintu masuk yang tertimbun akibat serangan.

Ada potensi juga Iran memperkuat pintu masuk agar tetap bisa diakses kalau ada serangan.

Selain melakukan penguatan, Iran tampaknya juga sedang melakukan pembangunan internal di pangkalan yang terletak jauh di dalam pegunungan.

Baca Juga: Juicy Luicy Ungkap Alasan Batal Tampil di Batam

Di sisi lain, pengerjaan di Pickaxe Mountain juga tetap berjalan ketika gencatan senjata sementara dengan AS.

Hal itu berdasarkan nota kesepahaman telah melanggar ketentuan gencatan senjata sebagaimana ditemukan oleh para peneliti.

Ancaman bahaya di Pickaxe Mountain terkubur setidaknya 99,9 meter di bawah Gunung Kolang.

Baca Juga: Jumat Berkah, 7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dilakukan untuk Berbagi

Hal itu mendorong Trump untuk berulang kali mengancam akan menyerang pangkalan tersebut.

Namun, menghancurkan pangkalan tersebut juga tidak mudah karena lokasinya terlalu dalam sehingga tak dapat ditembus oleh bom penghancur bunker Amerika, bahkan yang paling kuat sekalipun.

Bom GBU-57 hanya mampu menembus kedalaman tanah 60 meter sebelum meledak. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.